Ping GPS

Sementara Indonesia masih memperdebatkan bentuk bumi, startup asal Amerika Serikat meluncurkan inovasi terbaru dengan nama Ping yang diklaim sebagai GPS terkecil di dunia, setidaknya untuk saat ini.

Bicara soal ukuran, Ping tak jauh beda dengan sebuah koin atau lebih tepatnya 34×34 milimeter. Desainnya pun tidak mencolok, mungkin kamu akan mengiranya sebagai tombol biasa.

Ping GPS
Berkat dimensi super mini, kamu dapat tempatkan dimana saja

Di samping fisiknya yang sangat kecil, Ping memiliki daya tahan baterai hingga 3 bulan sebelum akhirnya kamu harus mengisinya kembali.

Ping mentransmisikan lokasinya secara real-time ke satelit. keberadaannya dapat dengan mudah kamu lacak melalui aplikasi smartphone yang tersedia.

GPS yang juga memiliki teknologi Bluetooth tersebut telah mendukung pendeteksian lokasi di lebih 157 negara, termasuk Indonesia.

Ping GPS
Salah satu gadget terbaik yang mungkin diperlukan orangtua untuk mengawasi anaknya

Selain GPS, produk yang dirancang oleh Joshua Lippiner ini memanfaatkan penentuan lokasi secara cellular triangular dengan memanfaatkan sinyal 3G melalui modul di dalamnya. Dengan demikian kamu diharuskan membayar paket data untuk terus mengaktifkan Ping.

Pihak perusahaan menawarkan gratis paket data untuk tahun pertama. Sementara untuk selanjutnya diharuskan membayar sekitar $36 (Rp 480.000) per tahun agar Ping dapat ditemukan di berbagai belahan dunia.

Ping GPS
Terlepas dari itu sebenarnya biaya berlangganan Ping terhitung murah dibanding produk lain

Jika kamu mengira biaya berlangganan ini terlalu tinggi, sebenarnya tidak juga. Sebab Ping beroperasi tanpa henti yang artinya ada data selular dikirim dan diterima terus menerus.

Sementara itu satu set Ping dipatok seharga $99 (Rp 1.3 juta) termasuk gratis paket data selama setahun. Penawaran harga rendah ini hanya berlaku hingga tiga minggu ke depan yang merupakan masa crowdfunding di Indiegogo.

Berikut video promosi dari Ping: