Android tidak akan berumur panjang? (credit: Deyvi Romero)

Meski Android telah merajai sistem operasi mobile di seluruh dunia, Google merasa ada sejumlah kelemahan mendasar yang mendorong mereka melakukan update masif, hingga yang terbaru Android Oreo.

Jika kamu mengira Google akan terus melanjutkan tren nama Android hingga “Z” mungkin hal tersebut tidak bisa dipastikan. Sebuah bocoran yang dirilis Ars Technica menunjukkan adanya sistem operasi lain yang akan membunuh eksistensi Android dan Chrome OS.

Dijuluki Fuchsia, Google membuang Linux dan menggantinya dengan mikrokernel Magenta. Sistem operasi ini disebut akan membenahi masalah utama pada Android, seperti boros RAM dan konsumsi baterai berlebih. Sistem operasi ini diklaim akan berjalan pada smartphone hingga komputer pribadi.

Google Fuchsia OS
Bocoran tampilan Fuchsia

Antarmuka Fuchsia dibangun menggunakan Flutter SDK dimana pengembang aplikasi dapat dengan mudah membangunnya untuk Android dan iOS. Fitur ini memungkinkan proses porting lebih cepat sehingga aplikasi dapat diluncurkan bersamaan.

Google juga dikabarkan sedang mengintegerasikan kode Swift yang populer di kalangan pengembang Apple. Hal ini tidak mengherankan sebab sang kreator juga telah pindah ke Google.

Fuchsia Google
Fuchsia agaknya berbeda dengan Android

Fuchsia memiliki UI bernama Armadillo yang agak berbeda dengan Android namun lebih bersih dan ringan. Fitur unggulan Google juga diletakan di posisi yang strategis seperti Google Now, Google Search, dan Google Assistant. Hingga kini tidak diketahui kapan Fuchsia akan benar-benar dirilis. Tetapi proses pengerjaan diketahui telah dimulai sejak Februari 2016 lalu.

Terlepas dari itu, kabar ini hanya berupa spekulasi bahwa Google sedang mengerjakan OS baru. Jika bertujuan untuk memperbaiki sistem saat ini, maka ucapkan selamat tinggal pada Android dan Chrome OS!