Google 100% Gunakan Energi Bersih?
Bagian dari kontribusi Google untuk menciptakan dunia yang bersih dari bahan bakar fosil

Raksasa IT asal Amerika Serikat, Google mengumumkan untuk menyelenggarakan penggunaan energi bersih pada akhir 2017. Seluruh pusat data dan kantor hanya akan diberdayakan oleh pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga angin. Keputusan ini sebagai bagian dari kontribusi Google untuk memimpin proses adopsi ke energi berkelanjutan.

Menurut Environmental Report 2017, Google juga berencana mengurangi limbah pembuangan hingga 100% di tahun yang sama. “Kami yakin Google sanggup membangun sarana untuk memperbaiki kehidupan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil”, tulis Urs Hölzle, salah satu eksekutif perusahaan.

Google 100% Gunakan Energi Bersih?
Google membeli pembangkit listrik ramah lingkungan untuk menyalurkan listrik ke pusat bisnisnya

Juli lalu Google membeli pembangkit listrik tenaga angin di Norwegia dengan kapasitas 160 megawatt. Energi yang disalurkan sudah dilakukan sejak September lalu dan semakin merealisasikan cita-cita besar Google.

Meski harus menggelontorkan dana milyaran dolar untuk membangun bahkan membeli infrastruktur ramah lingkungan, Google sangat yakin dengan keputusan ini. Google juga melengkapi kendaraan Street View dengan sensor kualitas udara untuk mapping wilayah berdasarkan tingkat polusinya.

Sama seperti Apple Campus, markas Google Charleston East nantinya akan dibangun dengan prinsip ramah lingkungan, termasuk implementasi panel surya di atapnya. Perusahaan IT lain seperti Amazon dan Microsoft juga dilaporkan sedang menyiapkan aplikasi energi bersih sejak beberapa tahun lalu.