Teleportasi Kuantum
Perkembangan sains dikejutkan oleh ilmuwan dari China yang berhasil melakukan teleportasi terjauh

Teleportasi adalah pemindahan materi dari satu titik ke titik lain secara bersamaan, seolah materi tersebut berada di tempat berbeda di waktu yang sama. Sejauh ini teleportasi baru ada dalam karya fiksi atau film bertema fantasi. Namun ilmuwan dari China baru saja membuat lompatan besar.

Ilmuwan berhasil teleportasi partikel foton dari Bumi ke luar angkasa, tepatnya ke satelit milik China bernama Micius yang mengorbit di ketinggian sekitar 500 kilometer. Eksperimen ini merupakan rekor terjauh bagi teleportasi kuantum. Tujuan utama eksperimen adalah menciptakan jaringan internet yang cepat dan tidak bisa diretas.

Teleportasi Kuantum
Peluncuran satelit Micius pada 16 Agustus 2016 di Gansu

“Teleportasi kuantum jarak jauh ini adalah langkah penting menuju jaringan internet kuantum skala global” tulis Profesor Chao Yang Lu dari University of Science and Technology of China dalam papernya yang diterbitkan di Cornell University Library.

Teknik serupa sudah dipakai sejak era 1990an namun eksperimen dibatasi untuk jarak dekat karena akan berbenturan dengan sinyal yang membawa informasi. Tetapi dengan keberhasilan ini menandakan ilmuwan telah menemukan jalur yang bersih dari intervensi sinyal lain, mengirim dan menerima partikel dengan cepat kapanpun dibutuhkan.

Teleportasi Kuantum
Foton dikirim dari pusat kendali Bumi di Tibet

Profesor Chao Yang Lu menjelaskan timnya membutuhkan waktu 32 hari untuk melakukan teleportasi pada jutaan foton, kemudian diterima oleh satelit sekitar 911 kali. Pencapaian ini cukup luar biasa mengingat atmosfer Bumi dapat menyebabkan partikel bergeser dan tidak mencapai target mereka.

Selain China, sejumlah tim termasuk European Space Agency (ESA) juga punya eksperimen serupa, namun kabar terbaru menunjukkan negeri tirai bambu tersebut sudah lebih dulu memimpin.