Penemuan pulpen 3D menjadi populer belakangan ini. Pada awal kemunculannya, ia menjadi pemicu hadirnya produk lain yang menawarkan sejumlah improvisasi.

Sebagian besar meningkatkan sisi fungsional dari pulpen 3D, namun langkah yang dilakukan Daniel Edwards dengan Renegade 3D Pen tampil berbeda. Pulpen 3D yang satu ini menggunakan botol plastik sebagai bahan bakunya.

Pemilihan botol plastik bukan tanpa dasar, banyak pengguna pulpen 3D yang mengeluh karena harus membeli filamen plastik yang harganya agak mahal. Apalagi jika pulpen sering digunakan, tentu biaya yang dikeluarkan akan mencekik.

Sementara dengan botol plastik, kamu bisa menemukannya dimana pun.

Mengurangi limbah botol plastik, lebih eco-friendly

renegade 3d pen

Inovasi pulpen 3D dengan pemanfaatan botol plastik disambut baik, terutama oleh kalangan pecinta lingkungan.

Pasalnya botol plastik seringkali menjadi sampah yang menyumbat saluran air sehingga ketika hujan, air meluap dan menyebabkan banjir.

Di sisi lain, botol plastik adalah benda yang mudah didapatkan. Ketika kamu sehabis meminum minuman, botolnya bisa disimpan sebagai bahan baku Renegade 3D Pen.

Ubah sampah jadi karya

renegade 3d pen

Kemampuan utama dari Renegade 3D Pen ialah penggunaan botol plastik sebagai refil. Satu set produk ini dilengkapi alat pemotong botol plastik hingga menjadi pita selebar 5 mm sampai 7 mm.

Mengingat tiap botol plastik punya karakteristik berbeda, pulpen ini dapat memanaskan antara 50° C sampai 320° C tergantung jenis plastik.

Selanjutnya kamu tinggal membuat karya berdasarkan kreatifitas dan intuisi.

Renegade 3D Pen tengah memasuki tahap pengembangan dan produksi. Rencananya pulpen seharga Rp 870 ribuan ini akan dilepas ke pemesan pada Februari 2017.

Mengingat fiturnya yang ramah lingkungan ini, kamu tertarik memilikinya?

Sumber: Renegade 3D Pen