Fairing
Foto bagian pelindung muatan roket Falcon 9 yang mendarat menggunakan parasut

Eksperimen dan terus bereksperimen, itulah fokus utama SpaceX dalam beberapa tahun terakhir. Selain sedang menyiapkan Falcon 9 Block 5 yang bakal bisa dipakai ratusan kali, perusahaan besutan Elon Musk ini juga berusaha mendaratkan komponen pelindung muatan atau fairing yang terletak di bagian teratas tubuh roket.

Melalui akun Instagram pribadinya, Musk memperlihatkan bagaimana fairing tersebut turun perlahan ke Bumi menggunakan parasut. Sebelumnya perusahaan antariksa tersebut beberapa kali menguji sistem kontrol pada fairing sebelum memasuki atmosfer.

Pendaratan fairing dilaporkan dikontrol oleh tim SpaceX dan jatuh di atas kapal dengan jaring raksasa bernama Mr. Steven. Musk tidak menyebutkan kaitan foto tersebut dengan misi tertentu.

SpaceX beberapa kali mencoba metode ini dalam sejumlah misi terakhir. Sayangnya, belum ada kabar bahwa salah satu di antaranya berhasil ditangkap oleh kapal Mr. Steven. Misalnya dalam misi Iridium pada Maret lalu, parasut berhasil terbuka namun terkena hembusan angin kuat sehingga tidak mampu dikendalikan.

Sejauh ini, perusahaan hanya melakukan eksperimen ketika Falcon 9 diluncurkan dari Vandenberg Air Force Base di Los Angeles mengingat kapal Mr. Steven berada di pesisir barat.

Demi 6 juta dollar

Walaupun terlihat sederhana, komponen fairing ternyata menelan biaya hingga $6 juta atau Rp 83 miliar. Dibanding menghempaskannya ke laut dan hancur di sana, menyelamatkannya dan menggunakannya kembali tentu merupakan pilihan ekonomis bagi SpaceX.

Perusahaan antariksa swasta tersebut biasanya hanya mendaratkan stage pertama yang merupakan bagian termahal. Namun kabar terbaru dari sang CEO mengklaim SpaceX akan gunakan balon untuk daratkan stage kedua.

Jika SpaceX berhasil mendaratkan stage pertama, stage kedua, dan fairing itu artinya roket Falcon 9 dinobatkan 100 persen reusable dan akan menghemat biaya peluncuran secara signifikan.