DDL Finland
Tidak khawatir lagi ketinggalan SIM karena sudah bisa diakses via ponsel

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan syarat seseorang diizinkan berkendara secara resmi, sekaligus menjadi tanda pengenal alternatif di luar kartu penduduk. Sama seperti di Indonesia, beberapa negara juga mengharuskan pengemudi membawa SIM saat akan berkendara, untuk memastikan petugas bahwa ia adalah pengemudi legal. Namun, kasus seperti lupa atau ketinggalan SIM bukan barang baru lagi.

Pemerintah Finlandia baru saja menerapkan uji coba SIM digital yang dapat diakses via smartphone. Idenya adalah untuk memudahkan pengemudi, sebab mayoritas penduduk saat ini hampir tidak pernah lupa untuk membawa telepon genggamnya.

Pengemudi diharuskan mengunduh aplikasi Digital Driving License (DDL) pada perangkat iOS dan Android (dalam pengembangan), kemudian memasukkan 4 digit pin, sidik jari, atau Face ID untuk autentikasi kepemilikan SIM. Nantinya akan muncul tampilan SIM pada umumnya bersama dengan informasi terkait.

Digital Driving License
Hologram digital bertindak untuk mencegah pemalsuan

Menariknya, pada bagian latar terdapat semacam tampilan penanda yang dapat berubah-ubah tergantung pada gyroscope smartphone. Ini semacam hologram digital agar data tidak dipalsukan dengan manipulasi gambar.

Informasi tentang pengemudi seperti, tanggal terdaftar, nama kendaraan, jenis mesin, pemeriksaan, hingga pajak bisa ditemukan. Kelebihan lainnya, untuk pengemudi baru bisa langsung mendapatkan SIM-nya tanpa harus menunggu hingga sebulan untuk mendapatkan SIM fisik.

Sistem ini hanya bisa dipakai di Finlandia sendiri mengingat Uni Eropa tidak mengizinkan data digital sebagai izin mengemudi yang valid. Sementara di Indonesia, semoga saja kebijakan ini bisa menginspirasi otoritas terkait untuk memudahkan pengemudi dalam berkendara.