Ferrari hybrid
Ferrari dipastikan semakin banyak merilis mobil hybrid (elektrik) dalam beberapa tahun ke depan

Dua tahun lalu, CEO Sergio Marchionne mengatakan Ferrari tetap bisa melaju tanpa dengungan mesin 12 silinder. Kini, hal tersebut menjadi kenyataan. Produsen mobil mewah asal Italia tersebut semakin memantapkan diri untuk membuat supercar elektrik.

Dikutip dari Bloomberg, sebuah video amatir berdurasi 19 detik di Youtube memperlihatkan salah satu mobil prototipe Ferrari melaju di jalur balap dengan akselerasi tinggi, namun suara mesin yang absen. Gambaran tersebut bisa dipastikan bahwa mobil berjalan dengan mesin elektrik.

Keabsahan video itu dibenarkan oleh petinggi Ferrari, Marchionne. Pengujian dilakukan di lintasan balap dekat kantor utama di Maranello, Italia.

Namun bukan full electric, melainkan hybrid yang masih mencampur dengan mesin BBM konvensional. Saat ini Ferrari dilaporkan tidak memiliki ketertarikan tinggi untuk membuat supercar elektrik. Namun pihaknya mengklaim akan mengalahkan Tesla Roadster yang akan dirilis pada 2020.

Marchionne mengatakan perusahaannya akan berfokus memaksimalkan kapasitas baterai agar bisa membawa pengemudinya cukup jauh. Sebagai perbandingan, supercar hybrid LaFerrari hanya mampu melaju sejauh beberapa ratus meter dengan baterai.

Mulai tahun depan pihaknya berjanji akan memberikan jangkauan jarak yang sangat signifikan menggunakan baterai. Model hybrid masih akan terus dikembangkan Ferrari setidaknya hingga 2022.

Sementara itu supercar full elektrik yang saat ini sedang dikerjakan berbagai perusahaan adalah Concept_Two, Aspark Owl, dan Tesla Roadster yang semuanya ditargetkan rilis pada 2020.