Kelemahan terbesar yang hampir pasti dimiliki semua drone ialah durasi terbangnya yang sangat singkat. Dengan waktu rata-rata antara 10 sampai 20 menit, pilot drone harus bijaksana dalam memanfaatkan waktu yang begitu cepat.

Akhirnya, mau tidak mau harus memiliki baterai cadangan untuk bisa terbang dan menangkap gambar yang lebih banyak lagi. Kamu yang memiliki drone kemungkinan juga memiliki baterai cadangan.
Cara terbaik agar drone bisa terbang dengan durasi waktu yang lebih lama ialah dengan memilih material ringan serta baterai yang lebih besar.
Tampaknya metode ini benar-benar dipraktekan oleh sebuah startup bernama Easy Aerial yang bergelut di bidang drone quadcopter.
 
Mereka memperkenalkan Easy Drone XL Pro yang diklaim memiliki waktu terbang hingga 3 kali lebih lama dibanding kebanyakan drone pada umumnya.
Seperti apa kehebatan drone yang satu ini?

Satu baterai setidaknya bisa terbang di udara selama 45 menit!

Easy Drone XL Pro

 

Terdengar tidak masuk akal? Terkesan begitu, namun faktanya memang Easy Drone Pro XL sanggup terbang jauh lama.
Memanfaatkan baterai sebesar berkapasitas tinggi dan material yang sangat ringan, drone ini bisa terbang selama 25 sampai 55 menit tergantung beban yang dibawa.
Berikut perbandingan durasi terbang:

 

Easy Drone XL Pro

 

Ada pilihan baterai yakni 8000mAh dan 10.000mAh yang masing-masing memiliki durasi terbang yang berbeda. Semakin tinggi kapasitasnya maka semakin lama bisa terbang.

Berukuran dua kali lebih besar, namun mengusung desain modular

Easy Drone XL Pro

 

Rentang diagonal Easy Drone XL Pro adalah 700 milimeter. Bandingkan dengan drone lainnya seperti DJI Phantom, Ghost Drone, atau Plexidrone yang hanya 350 milimeter.
Rasanya akan repot jika harus menenteng drone raksasa ini kemana-mana. Sebagai solusi, Easy Aerial memilih konsep desain modular agar mendukung mobilitas.
Masing-masing lengan drone dapat dipisah dan disambung tanpa alat tambahan. Sistem elektronik cukup diletakan di atas persimpangan lengan. Demikian juga baterai yang cukup diletakan bersama perekat agar tidak terjatuh.
Akhirnya drone ini hanya terdiri atas enam bagian terpisah. Hanya butuh beberapa menit untuk merakitnya menjadi bentuk yang utuh.

 

Sama seperti drone modern, Easy Drone XL Pro juga memiliki telemetri, GPS, waypoint system, follow-me mode, RTH, dan sebagainya serta terintegerasi dengan smartphone.
Menariknya, drone seberat 2,3 kilogram ini hanya dijual dengan harga Rp 24 jutaan dimana drone dikelasnya biasa di atas Rp 50 juta.
Tentu saja tawaran ini menjadi begitu menarik untuk aktivitas videografi dan fotografi dari udara dengan budget rendah.