Harus diakui teknologi printer 3D masih terbilang muda. Kendati demikian, hal ini tidak menjadikan teknologi “muda” dipandang sebelah mata. Baru beberapa tahun sejak kemunculannya, kamu pasti telah melihat beberapa karya yang dihasilkan lewat printer 3D.
Salah satunya adalah gedung kantor yang dibuat di Dubai dan diresmikan pada 23 Mei lalu. Bangunan ini merupakan wujud nyata ambisi Dubai untuk membangun 25 persen gedung di kotanya melalui mesin printer 3D.
Dubai Perkenalkan Kantor Pertama yang Dicetak dengan Printer 3D
Dijuluki “Office of the Future“, bangunan ini dibuat selama lebih dari setahun dan melibatkan beberapa arsitek seperti Gensler, Thorton Tomasetti, dan Syska Hennessy.
Pemerintah Dubai juga bekerjasama dengan perusahaan asal Cina, Winsun Global yang dikenal sebagai ahli konstruksi printer 3D.
Proses pencetakan dilakukan di Cina dan memakan waktu selama 17 hari sebelum akhirnya dibawa ke Dubai.
Bahan-bahan yang digunakan merupakan campuran semen dan beberapa bahan khusus yang didapat dari Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat. Bahan ini sendiri telah melewati berbagai pengujian di Cina dan Inggris demi menjamin kualitasnya.
Dubai Perkenalkan Kantor Pertama yang Dicetak dengan Printer 3D
Menariknya, tidak banyak orang yang terlibat dalam proses pembangunan Office of the Future. Pemerintah Dubai mengatakan biaya tenaga kerja berkurang lebih dar 50 persen selama pembangunan.
Kantor dengan gaya futuristik ini memiliki dimensi tinggi 20 kaki, lebar 40 kaki, dan panjang 120 kaki. Konstruksinya sendiri diklaim stabil dan menjamin keselamatan. Adanya fitur jendela yang lebar memungkinkan cahaya masuk dan mengurangi pemakaian lampu di siang hari.
Meskipun bukan menjadi bangunan dari printer 3D pertama di dunia, namun mungkin ini adalah gedung kantor pertama yang dicetak dengan mesin printer 3D.
Sementara itu Office of the Future akan digunakan sebagai markas Dubai Future Foundation.

Sumber: Engineering