Drone Indonesia
Drone BeeHive akan menjadi salah satu finalis di ajang Imagine Cup 2018

BeeHive adalah nama drone buatan mahasiswa Indonesia asal Univesity of Manchester yang mendapat podium di final Asia Pacific Imagine Cup 2018. Sebuah kompetisi yang diadakan oleh Microsoft untuk mendorong mahasiswa mengeksplorasi teknologi komputer.

Dibuat oleh mahasiswa PhD, Ishak Hilton Pujantoro Tnunay bersama timnya mengembangkan BeeHive sebagai alat bantu bagi petani dalam pekerjaannya. Anindita Pradana Suteja yang berperan sebagai analis bisnis dari BeeHive mengatakan drone mampu memeriksa tanaman, menyiram, dan memberi pupuk.

“Drone kami memelihara tanaman berdasarkan kebutuhannya secara spesifik,” kata Anindita kepada juri di Imagine Cup, seperti yang dikutip dari The Jakarta Post.

Meski tidak menempati urutan pertama, tetapi mereka masih berhak melanjutkan perjalanannya ke final di Seattle, Amerika Serikat. BeeHive akan menjadi salah satu drone yang bertanding bersama kompetitor lainnya dari Asia pada Juli mendatang.

Ishak Hilton mengaku panik terkait pengumuman ini karena masih banyak yang perlu dipersiapkan, terutama dengan keterbatasan waktu dengan kuliah.

“Saya panik. Banyak sekali hal yang harus dipersiapkan,” kata Hilton dalam Gala Awards di Petronas Twin Towers, Malaysia.

Haris Izmee, selaku presiden direktur Microsoft Indonesia mengungkapkan kegembiraannya saat tahu ada peserta Indonesia yang lolos dalam ajang tersebut.

“Mereka membuat solusi yang inovatif dengan teknologi drone. Kami akan menunggu untuk melihat persiapan mereka saat final, tapi yang terpenting adalah bagaimana mereka akan berkolaborasi dengan Microsoft dan pihak lain untuk meningkatkan dan mengubah teknologi agrikultur di Indonesia.” kata Izmee.

Peserta yang menjadi pemenang Imagine Cup akan mendapatkan hadiah $100.000 atau Rp 1,36 miliar dan berkesempatan bergabung dengan program mentoring dari CEO Microsoft, Satya Nadella.