Aevena Aire Drone
Drone Aevena Aire dapat difungsikan dari jarak jauh untuk patroli seisi rumah

Bagaimana cara mengetahui kondisi seisi rumah tanpa CCTV sementara kamu berada di luar? Startup bernama Aevena punya drone security yang berfungsi sebagai “penjaga rumah” selagi pemiliknya sedang pergi ke tempat jauh sekalipun.

Aire, drone unik yang satu ini dilengkapi empat sensor sonar dan kamera 3D yang melingkupi seluruh tubuhnya. Menurut Aevena sensor tersebut dapat mendeteksi halangan serta menghindarinya dan berubah arah. Selain itu sisi luar drone dibalut lapisan lembut untuk mencegah baling-baling melukai seseorang.

Aire terhubung dengan WiFi di rumah kemudian melalui aplikasi smartphone, pemilik dapat mengontrol drone dari jarak jauh serta melihat live-stream pada ruangan dimana drone tersebut berada.

Aevena Aire Drone
Kontrol lewat aplikasi melalui sudut pandang first-person-view

Ketika tidak sedang terbang, Aire tetap mengetahui pergerakan kecil sekalipun kemudian mengirimkan pesan status apabila terdeteksi suatu hal yang mencurigakan. Saat itu pula kamu bisa melakukan inspeksi atau menghubungi polisi jika terjadi sesuatu yang genting. Menurut Aevena drone ini menyediakan opsi integerasi dengan Alexa dan IFTTT untuk mengakomodasi fungsi tertentu seperti mematikan lampu bersamaan.

Baterai berkapasitas 2.000 mAh diklaim sanggup menerbangkan drone seberat 1,4 kilogram ini selama 8 menit. Jika baterai mulai melemah drone akan pulang ke docking secara otomatis untuk melakukan pengisian.

Aevena Aire Drone
Aire akan sangat cocok untuk pemilik smarthome

Beragam fitur Aire tampaknya akan lebih maksimal jika rumah sudah mengadopsi konsep smarthome. Sementara Aevene mengklaim drone buatannya juga ditargetkan untuk keperluan pemantauan, agen perumahan, pemilik bisnis, hingga seseorang yang sangat tertarik dengan robot.

Aire sendiri masih dalam tahap prototipe, tim pengembang akan terus menyempurnakan desain hingga proses produksi yang akan dimulai pada Agustus 2018 dan dikirim kepada pemesan beberapa bulan setelahnya.

Siapapun yang berminat memboyongnya wajib menggelontorkan dana tak kurang dari Rp 10 juta. Harga tersebut mungkin terkesan berlebihan untuk sebuah drone dengan “bentuk aneh”, tetapi menilik ke teknologi yang digunakan, maka harga yang dipatok menjadi cukup rasional.