Bagaimana cara drone ini terangkat ke udara? Kamu tidak akan menduganya

Tim mahasiswa dari Singapore Univesity of Technology and Design (SUTD) memperkenalkan konsep drone hybrid yang dapat terangkat dan mendarat seperti helikopter serta menjelajah layaknya pesawat. Drone tersebut dinamainya Transformable Hovering Rotorcraft atau disingkat THOR.

Apa yang membuatnya berbeda dengan drone hybrid lain? Menurut tim, desain THOR didasari konsep monocopter yang pertama kali muncul tahun 1913. Strukturnya diklaim sangat efisien sebab bukan propeler yang membuat drone terangkat, namun sayapnya.

THOR Hybrid Drone
Sudut sayap akan berubah jika berganti mode

Sepasang sayap THOR berputar, memberikan efek tekanan udara ke bawah sehingga membuat badan drone terangkat. Saat berada di ketinggian yang diinginkan, pilot drone dapat berganti menjadi mode pesawat dimana kedua sayapnya disejajarkan. Sementara pendorong menggunakan propeler di masing-masing sayap.

Konsep lengan atau sayap yang fleksibel sebelumnya sudah pernah diterapkan pada drone berjenis multicopter bernama Voliro.

THOR Hybrid Drone
Selain sebagai wadah komponen elektronik, bagian tengahnya berperan sebagai pemberat

Komponen utama seperti baterai, ESC, bantalan motor, dan IMU berada di tengah. Dengan tubuh drone yang berputar, maka sangat tidak mungkin mengaplikasikan THOR sebagai alat transportasi penumpang. Tetapi tim dari SUTD menyebut konsep ini sangat berguna untuk keperluan industri, pertanian, pengamatan, hingga pengangkutan barang.

Saat ini THOR masih memiliki celah yang harus diperbaiki sebelum dilepas untuk umum, setidaknya agar tidak terjatuh saat di udara. Saat ini tim juga mengembangkan fitur rotasi otomatis dimana drone mampu mendarat tanpa konsumsi daya.

Prototipe THOR sudah melakukan uji penerbangan, berikut videonya: