Terraforming Mars
Transisi Mars menjadi planet mirip Bumi (via SpaceX)

Elon Musk mendirikan perusahaan antariksa SpaceX dengan harapan bisa mengirim manusia ke planet Mars semasa hidupnya. Tidak semata hanya mendarat dan menancapkan bendera, mereka juga akan tinggal disana sebagai backup spesies jika sewaktu-waktu terjadi bencana masif di Bumi.

SpaceX punya timeline yang cukup ambisius. Elon Musk yang saat ini menjadi Founder dan CEO mengklaim perusahaannya akan mengirim makhluk tercerdas di Bumi (manusia) ke Planet Merah yang gersang pada 2024 mendatang.

Meski SpaceX tengah mengembangkan Big Falcon Rocket yang diklaim mampu menangani perjalanan ratusan juta kilometer, Musk dan timnya masih harus berhadapan dengan atmosfer Mars yang tidak cocok bagi makhluk Bumi.

Mars bisa diubah jadi mirip Bumi, tapi…

Secara teori, sangat mungkin mengubah planet asing dengan kondisi ekstrim menjadi planet yang mirip Bumi sehingga bisa ditinggali manusia. Metode ini dikenal dengan istilah terraforming dan sering diangkat film-film bertema sci-fi.

Masalahnya, untuk mengubah Mars menjadi Bumi kedua diperlukan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah yang sangat besar supaya suhu planet yang dingin berangsur-angsur menjadi hangat.

Ilmuwan sebut jumlah karbon dioksida di Mars tidak mencukupi

Permukaan Mars difoto oleh wahana Curiosity (via NASA)

Dikutip dari SyFy, ilmuwan Bruce Jakosky dan Christopher Edwards yang menggunakan data dari sejumlah wahana antariksa NASA mengatakan Mars tidak punya cukup karbon dioksida untuk menciptakan efek gas rumah kaca.

Lewat penelitian yang dirilis di Nature Astronomy, pihaknya menemukan kadar gas hanya cukup untuk menaikkan suhu rata-rata Mars dari -55 menjadi -27 celcius. Masih sangat dingin bagi fisik manusia, terlebih lagi itu merupakan suhu di siang hari.

Elon Musk yakin ada karbon dioksida dalam jumlah besar di Mars

Menanggapi penelitian ini, Musk menjawab lewat Twitter bahwa ada karbon dioksida dalam jumlah besar terperangkap di bawah lapisan tanah. Dengan bantuan energi Matahari, gas tersebut bisa dilepas ke atmosfer dan segera memanaskan planet dengan cepat.

Ia pun juga menambahkan jurnal lainnya yang mendukung hipotesa terraforming Mars. Hampir semua planet berbatu bisa diubah menjadi mirip Bumi menggunakan metode tersebut.

Saat ini diragukan, namun Musk bisa saja benar

Meski Jakosky dan Edwards menggunakan data dari berbagai instrumen saintifik untuk menyanggah cita-cita Musk, namun terraforming Mars tetap menyisakan peluang yang besar.

Satu-satunya cara untuk mengukur kadar karbon dioksida di bebatuan Mars ialah dengan membawa samplenya ke Bumi.

Jika tidak ada pengunduran, NASA berencana membawa pulang contoh lapisan tanah Mars pada 2020 mendatang dan bisa saja memang tersimpan cukup karbon dioksida untuk menyulap Mars menjadi Bumi kedua.