Magic Leap

Headset augmented reality (AR) seolah menghipnotis banyak perusahaan besar untuk membuatnya. Meski gagal dalam proyek Google Glass, Google masih percaya diri mengucurkan investasi $2,3 miliar pada perusahaan headset AR Magic Leap yang produknya kini sudah dirilis.

Meski telah membawa ide menarik selama beberapa tahun terakhir, produk akhir Magic Leap justru tidak seindah yang dibayangkan.

Dibanderol seharga $2.295 atau Rp 33 juta, versi Creator Edition ditujukan untuk developer dengan harapan ada hal baru yang bisa mereka kembangkan.

Dengan budget tersebut, kamu bisa mendapatkan headset Ligthwear dan Ligthpack yang berisi komputer ringkas dimana terdiri dari chip Nvidia Parker, GPU Nvidia Pascal, RAM 8 GB, penyimpanan 128 GB, baterai untuk menopang 3 jam pemakaian, dan konektivitas seperti Bluetooth, WiFi, dan port USB-C. Sementara itu di sisi headset terdapat kamera, sistem audio, dan port jack 3.5 mmm.

Dengan konfigurasi tersebut, pengalaman mixed reality bisa dinikmati secara portable, tanpa harus terhubung dengan komputer besar.

Menurut The Verge, Magic Leap tetap menawarkan interaksi pengguna dengan konten 3D baik menggunakan maupun remote control khusus. Akan tetapi, kualitas visual tidak sebaik yang diharapkan.

Sudut pandang sempit sampai gambar buram

Magic Leap

Beberapa elemen terlihat buram sehingga sulit dilihat. Sudut pandang pengguna juga hanya sebesar 50 derajat, bandingkan dengan VR konvensional yang rata-rata berada di angka 110 derajat.

Kelemahan lainnya ialah objek 3D yang tidak konsisten secara penempatan. Terkadang tampak bergeser atau bergetar, tak ubahnya motion tracking dalam video yang diedit dengan niat setengah hati.

Headset Magic Leap untuk saat ini masih ditawarkan di Amerika Serikat dan belum ada keterangan apakah ia akan dirilis ke pasar internasional.

Namun sebelum menyentuh pasar yang lebih besar, akan lebih baik jika perusahaan berbenah pada sektor-sektor yang dianggap tidak memenuhi ekspektasi. Setidaknya agar bisa berkompetisi dengan perusahaan besar seperti Apple, Intel, dan Microsoft yang dikabarkan punya proyek serupa.