Neurala - Lindbergh Foundation Drone Poaching
Ketiga petugas patroli hutan kurang efektif, bantuan drone akan sangat membantu

Aplikasi drone dalam kehidupan manusia tidak berhenti sampai moda transportasi saja, organisasi non-profit Lindbergh Foundation dan perusahaan komputasi Neurala menggunakan drone sebagai alat pencegah perburuan liar di benua hitam Afrika. Sebetulnya ini bukan yang pertama kali, tetapi drone yang diberi kecerdasan buatan diklaim sebagai yang pertama kalinya.

Program yang diberi nama Air Shepherd tersebut mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada drone. AI ini ditugaskan menganalisis karakteristik pemburu. Antara pemburu gajah dan pemburu singa pun bisa dibedakan dari penampilannya.

Selanjutnya drone akan mencegah pemburu mencapai kawanan hewan. Sistem ini dinilai cukup efektif untuk mengurangi angka perburuan liar di Afrika. CEO Neurala, Max Versace mengaku sangat senang bisa membantu Lindbergh Foundation dalam mencegah kepunahan hewan-hewan langka.

Drone dengan AI tersebut dapat beroperasi siang dan malam, menyimpan terabytes video, menganalisis hewan, pemburu, hingga kendaraan pemburu.

Video bagaimana drone AI mengenali objek: