Lengan drone berputar dapat mengatasi masalah kehilangan arah yang kerap terjadi pada drone konvensional

Jika kamu pernah menerbangkan drone, angin kencang merupakan musuh utama yang harus diantisipasi kehadirannya. Tak jarang drone terhempas dan membuat orientasinya berubah menjadi terbalik, membuatnya tidak mungkin bisa terbang dan harus pasrah terjatuh ke tanah.

Dibanding mengandalkan parasut, sebuah tim yang terdiri dari 11 orang mahasiswa ETH Zurich merancang drone berjenis hexacopter dengan konsep yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Masing-masing lengan drone dapat berputar 360 derajat yang mampu mengakomodasi manuver ke berbagai arah.

Voliro Drone
Mode hover seperti ini bisa dilakukan

Dinamakan Voliro, drone tersebut memungkinkan terbang dari berbagai sisi dengan stabil. Bahkan menerbangkan drone dalam kondisi miring sangat mungkin dilakukan. Tim menyebut tujuan pembuatan prototipe drone ini adalah untuk menunjang kegiatan inspeksi infrastruktur hingga mengecat di dinding yang tinggi.

Voliro Drone
Bahkan terbalik seperti ini, drone tetap mengudara

Voliro sudah mampu beroperasi sesuai ekspetasi, namun kontrol drone masih menggunakan komputer dengan software khusus. Jika nantinya memiliki remote control, mungkin akan ada tambahan tombol untuk mengatur orientasi lengan drone.

Voliro Drone
Tim dari ETH Zurich mengatakan sangat mungkin mengembangkan Voliro sebagai drone konvensional

Dengan konsep sedemikian rupa, angin kencang atau tabrakan yang mengubah orientasi drone tidak akan membuatnya kehilangan arah dan terjatuh. Meski masih dalam tahap awal pengembangan, bukan tidak mungkin manufaktur raksasa tertarik mengkomersialkan drone seperti ini.

Tonton video demonstrasi Voliro: