Pi-Top Laptop
Laptop untuk kamu yang sedang membuat proyek DIY

Hal pertama yang akan kamu lihat saat membuka kardus laptop adalah perangkat laptop beserta charger dan buku manual yang tidak mungkin kamu baca. Namun produsen bernama Pi-top menawarkan sesuatu yang tidak biasa — komponen laptop yang terpisah dan harus kamu rakit sendiri.

Pi-top sengaja membuat desain tersebut untuk tujuan edukasi. Nama Pi-top sendiri merupakan gabungan dari Raspberry Pi dan laptop. Dapur pacu Raspberry Pi hanya memakan ruang yang amat kecil dari ukuran yang tersedia, yakni 14 inci. Ruang yang kosong tersebut dapat dimanfaatkan untuk upgrade komponen lain.

Pengguna komputer mini seperti Raspberry Pi sering bereksperimen atau membuat proyek DIY dengan kombinasi berbagai komponen baru. Untuk itulah Pi-top hadir untuk menyatukan semua komponen tersebut dalam bentuk yang familiar.

Pi-Top Laptop
Bentuk yang tebal memungkinkan berbagai komponen baru akan muat di dalamnya

Laptop dibekali layar LCD selebar 14 inci dengan keyboard dan touchpad yang dapat digeser untuk melihat bagian dalamnya. Sementara otak komputer menggunakan Raspberry Pi 3 dengan prosesor quad-core 1,2 GHz , RAM 1 GB, HDMI, port USB, slot microSD, kamera, WiFi, dan Bluetooth. Sedangkan baterai diklaim mampu bertahan selama 8 hingga 10 jam.

Sektor sistem operasi mengandalkan Pi-topOS Polaris yang sudah sepaket dengan berbagai aplikasi coding dan kantor. Pihaknya mengatakan aplikasi tersebut adalah satu-satunya platform edukasi yang didukung Oxford Cambridge RSA Review Board. Saat ini Pi-top dibanderol seharga Rp 3,8 juta atau Rp 4,3 juta termasuk Raspberry Pi 3.