Dengan AR, Pasien Bisa Pilih Gigi Palsu yang Disukai Sebelum Lakukan Operasi

Kapanu Dentist AR
Teknologi AR membantu dokter dan pasien menentukan bentuk gigi yang sesuai

Tidak semua orang terlahir dengan bentuk gigi yang rapi. Terkadang kebiasaan buruk juga dapat merusak susunan gigi sehingga nampak kurang elok saat tersenyum. Tim ilmuwan dari Swiss sedang mengembangkan Augmented Reality (AR) untuk mensimulasikan bentuk gigi pasien sebelum dilakukan operasi.

Software bernama Kapanu Augmented Reality Engine ini mampu memproses bentuk rongga rahang pasien dalam format 3D. Kemudian hasil yang didapat dikombinasikan dengan susunan gigi yang ada di database, untuk kemudian ditampilkan wujud senyum pasien jika menggunakan model tersebut.

Walaupun software dapat secara otomatis memilih model gigi terbaik, namun pasien tetap diberi kebebasan untuk memilih model yang disukainya. Dokter gigi hanya memerlukan perangkat seperti tablet atau bahkan smartphone yang terkoneksi dengan software untuk mendapatkan gambaran real-time dari gigi pasien.

Simulasi AR tetap bisa bekerja dalam berbagai sudut pandang, artinya pasien dapat melihat penampilannya baik saat sedang menoleh atau menundukkan kepala. Metode ini akan memudahkan dokter membuat model gigi serta di saat yang sama pasien tidak perlu khawatir hasil operasi tidak sesuai harapan.

BACA JUGA:  Neuroon Open, Masker Tidur yang Membantu Kamu Alami Lucid Dream

Pengembang Kapanu mengatakan software buatannya sudah dipamerkan di International Dental Show di Jerman awal tahun ini. Mereka menerima banyak feedback yang tertarik untuk membeli software ini.

Cara kerja Kapanu dapat kamu lihat dalam video ini: