AirBuddy

Aktivitas menyelam biasanya memerlukan tangki oksigen demi memastikan penyelam tetap bernafas di dalam air dalam waktu yang relatif cukup panjang. Tren ini telah bertahan selama puluhan tahun, namun AirBuddy mungkin segera mengubahnya.

Mengusung konsep tankless, AirBuddy menempatkan mesin pemompa udara dari permukaan air kemudian disalurkan ke penyelam melalui pipa fleksibel bermotif helix. Alat ini meniadakan tangki oksigen yang biasa dibawa di punggung, dengan begitu kamu dapat menyelam lebih leluasa.

AirBuddy
Secara visual, kompresor sangat kontras dengan lautan sehingga memberi tanda bagi nelayan atau pelaut di sekitar

Bagian kompresor diapungkan dengan perahu karet kecil demi mencegahnya tenggelam. Baterai internal sanggup mensuplai oksigen hingga 45 menit, sementara itu selang dapat direntangkan ke kedalaman 12 meter. Baterai dapat diisi ulang dalam waktu sekitar 3.5 jam.

Perlu diketahui, AirBuddy tidak dirancang untuk menggantikan eksistensi tangki oksigen pada SCUBA diving, melainkan menjadi ‘jembatan’ antara snorkeling dan SCUBA diving. Perangkat ini didesain dengan prinsip grab and go yang berarti hanya perlu beberapa menit untuk dipasang dan kamu boleh langsung menyelam.

AirBuddy
Satu perangkat untuk 2 orang, durasi penyelaman tetap sama

AirBuddy memiliki bobot 9.5 kilogram, ukurannya yang kecil memungkinkan untuk dibawa menggunakan berbagai jenis transportasi. Pihak perusahaan juga mengklaim perangkat ini lebih ekonomis dibanding harus menyewa peralatan menyelam konvensional.

Dalam halaman crowdfunding di Kickstarter, AirBuddy dipatok mulai Rp 13 juta hingga Rp 32 juta tergantung paket.

Berminat memiliki satu alat ini?