HexH2O Pro v2

Drone terhitung sebagai alat yang cukup efektif untuk menangkap gambar dari udara. Tetapi dalam kondisi cuaca hujan bukanlah waktu yang tepat untuk menerbangkannya. Jika nekat, bersiaplah menghadapi kerusakan ekstrim dari perangkat elektronik di dalamnya.

Menariknya drone bernama HexH2O memiliki desain khusus yang memungkinkan produk ini mendapat predikat water-proof. Tidak hanya mampu diterbangkan kala hujan, drone yang dibuat QuadH2O ini bisa mendarat di air serta merekam kedalaman perairan.

HexH2O Pro v2
Kedua tabung di sisi kiri dan kanan berfungsi untuk mengapungkan drone

Versi terbarunya HexH2O Pro V2 mengusung jeroan DJI mulai dari kamera, gimbal, rotor, Lightbridge, bahkan bisa dikontrol lewat aplikasi DJI Go. Jangkauan penerbangan hingga 3.5 kilometer.

Pengguna dapat menerbangkan drone dalam cuaca hujan sekalipun. Apalagi dengan kemampuan water-proof HexH2O Pro V2 memungkinkan pendaratan di permukaan air. Saat itu pula kamu berkesempatan mengabadikan gambar kedalaman air.

HexH2O Pro v2
Sejumlah teknologi milik produsen drone terkenal DJI hadir disini

Namun tidak seperti drone penyelam, HexH2O hanya mengapung saja sehingga merekam objek terumbu karang dari jarak dekat rasanya tidak mungkin, kecuali jika kamu mengoperasikannya di perairan dangkal.

Pihak QuadH2O sengaja merancang drone amfibinya dengan enam baling-baling dengan alasan keamanan drone itu sendiri. Sebab jika suatu saat salah satu rotor mati, masih ada rotor lainnya yang mampu menopang drone. Sementara itu durasi penerbangan masih cukup rasional yaitu 25 sampai 30 menit.

HexH2O Pro v2
Melihat harga drone ini tampaknya tidak semua orang tertarik memilikinya

Dengan implementasi jeroan high-end milik DJI ditambah kemampuan amfibi, satu unit drone ini dipatok dengan harga yang sangat tinggi yakni $6.449 atau Rp 86 juta.

Pada akhirnya HexH2O bukanlah drone komersial. Setiap unitnya dirancang untuk keperluan profesional seperti pembuatan film, inspeksi perairan, penelitian, industri, dan upaya penyelamatan.