Pada 16 Februari lalu China meluncurkan roket Long March 2-D yang membawa satelit komunikasi kuantum pertama di dunia. Satelit seberat 600 kilogram tersebut akan mengorbit pada 600 kilometer dari permukaan bumi pada sudut 97,79 derajat.

Satelit ini dijuluki Micius, nama dari seorang filsuf kuno China yang hidup sekitar abad 5 SM dan diklaim sebagai salah satu yang pertama mengadakan percobaan optik yang buah pikirannya membantu ilmuwan untuk mengembangkan komunikasi kuantum.

Berjenis Quantum Experiments at Space Scale (Quess), Micius disebut-sebut sebagai satelit komunikasi yang tidak bisa diretas.

China Luncurkan Satelit "Anti-Retas" Pertama di Dunia
Titik awal cita-cita komunikasi kuantum di dunia

Enkripsi kuantum yang cepat menjadi metode komunikasi aman. Arus informasi akan dikodekan terlebih dahulu sehingga mampu menangani masalah keamanan untuk pemerintah, milieter, jaringan keuangan, dan spionase.

Menariknya, komunikasi kuantum saat ini hanya mampu berjarak sekitar 100 kilometer. Namun para ilmuwan dibalik satelit Micius yakin bahwa transmisi data dari orbit bumi sangat mungkin dilakukan.

Ditambah lagi perlu ada koodinasi akurat untuk menggunakan sistem komunikasi satelit. Bahkan menurut kepala proyek ini yakni Wang Jianyu menyebut seperti melempar koin dari ketinggian 100.000 meter dan masuk ke dalam lubang celengan.

Diharapkan satelit Quess akan mengubah China yang tadinya hanya pengikut teknologi menjadi pemimpin pengembangan IT di masa depan.

Sumber: Xinhua News Agency