Porsche Mission E
Porsche Mission E yang akan menjawab tantangan masa depan mobil

Tesla Model S mungkin menjadi salah satu mobil paling bersejarah. Selain jajaran penghargaan yang terus diterimanya, sedan ini juga disebut-sebut sebagai awal revolusi kendaraan elektrik yang kini mendorong sejumlah produsen untuk ikut mengembangkan mobil listrik.

Di sisi lain daya tarik Tesla juga memikat konsumen mobil BBM, salah satunya Porsche. CEO Porsche Amerika Utara, Klaus Zellmer mengakui konsumennya kini tertarik dengan Tesla.

“Kami sangat menghargai Tesla, dan tentu diantaranya ada beberapa pelanggan Porsche,” katanya. Ia mengatakan hal ini terjadi karena Tesla menawarkan fitur eksklusif yang tidak ada pada mobil Porsche.

“Bahwa dalam hal konektivitas, perangkat digital dalam mobil, kendaraan dengan baterai listrik, (mereka) tidak menemukan mobil yang mereka inginkan pada Porsche, sehingga mereka membeli yang lain,” lanjutnya dalam wawancara dengan CNBC.

Porsche Mission E
Mission E sudah memamerkan konsepnya pada 2015

Porsche tidak tinggal diam, pihaknya sedang merancang mobil listrik entry-level bernama Mission E yang akan mendukung jarak tempuh 500 km dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 3,5 detik. Jika pengembangan berlangsung lancar, kendaraan ini mulai bisa dipesan pada 2019 dengan harga awal $85.000 USD atau Rp 1,2 miliar.

Dari gambaran performa, Mission E tampaknya baru mampu menyaingi Model S. Sementara supercar Tesla Roadster Gen 2 mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 1,9 detik dan perjalanan 1.000 km hanya sekali pengisian.

Namun tentu saja ada banyak parameter lain untuk membandingkan sebuah kendaraan. Ingin lihat seperti apa Mission E lebih dalam? Cek video ini: