Evolusi drone semakin mengarah pada kemudahan dan fitur yang juga ditingkatkan. Seperti misalnya Ghost Drone yang telah memulai perubahan terhadap gaya kontrol drone yang newbie-friendly.
Atau PlexiDrone yang bagian-bagian tubuhnya dapat dipisah sehingga dapat dimasukan dalam wadah yang lebih kecil.
Kebanyakan dari pilot drone harus membeli perlengkapan lain seperti kamera dan gimbal untuk melakukan aktivitas videografi. Terkadang juga GPS diikutsertakan agar drone dapat terlacak keberadaannya.
Sebuah startup bernama Polyhelo menciptakan C-mi (baca: see-mi) yang digadang-gadang memiliki fitur komplit. Sehingga pilot drone tidak perlu membeli aksesoris tambahan.
All-in-One
C-mi, Drone 'All-in-One' Rancangan Insinyur Roket
Inilah nilai jual utama yang ditawarkan C-mi. Drone ini hadir dengan kamera dinamis dimana ia dapat membuka dan menutup dibalik tubuh drone.
Kamera beresolusi 1080p ini juga sudah disertai mikro-gimbal sehingga kualitas video akan halus. Hasil rekamannya pun jernih karena sensor kamera yang cukup mumpuni untuk berbagai area.
C-mi, Drone 'All-in-One' Rancangan Insinyur Roket
GPS yang ditanamkan memudahkan drone untuk dideteksi keberadaannya. Termasuk mode follow me dan back to home. Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika C-mi dibawa terbang sampai jauh.
Tidak ingin kalah dengan Ghost, C-mi pun mendesain konsep kendali yang sangat mudah dan variatif. Smartphone bisa diandalkan untuk menentukan arah gerak C-mi.
Sebagai contoh mode orbit yang memungkinkan drone terbang mengitari area yang telah ditentukan.
C-mi, Drone 'All-in-One' Rancangan Insinyur Roket
Drone yang dikatakan dapat diupgrade ini memiliki 6 buah lengan yang dapat dilepas. Sehingga akan mudah ditempatkan dalam tas.
Baling-baling pada C-mi tergolong cepat. Tidak perlu ragu mengaktifkan mode follow me meski kamu sedang melaju dengan kencang.
Terbang Saat Hujan, Why Not?
C-mi, Drone 'All-in-One' Rancangan Insinyur Roket
C-mi dirancang dengan bodi yang tertutup. Selain itu komponennya telah diatur agar bisa tahan air. Melakukan penerbangan ketika hujan bukan sebuah masalah, berbeda dengan drone yang pada umumnya hanya bisa terbang ketika cuaca sedang bersahabat.
Tidak hanya cuaca hujan, C-mi dapat menaklukan kondisi cuaca yang berangin. Dengan 6 buah motor penggerak baling-baling, drone rancangan insinyur roket ini mampu terbang stabil.
Termasuk wilayah yang berdebu. Partikel kecil dijamin sulit untuk masuk ke dalam tubuh drone dan merusak sirkuit. Memang, sejak awal C-mi ditujukan untuk videografi dalam kondisi iklim yang ekstrim.
Untuk yang aktif di sosial media, C-mi berbaik hati menyediakan fitur instan untuk mengunggah gambar atau video ke internet setelah perekaman.
C-mi dibanderol dengan harga Rp 10 jutaan. Saat ini pihaknya masih menyediakan layanan pre-order di Kickstarter.
Polyhelo juga menyediakan beberapa paket dengan harga yang lebih mahal lagi, tentunya dengan lebih banyak aksesoris yang diterima.