Mars
Bukan 2022, melainkan tahun depan SpaceX berencana melakukan misi kolonisasi pertama di Mars

SpaceX sebelumnya berencana memulai kolonisasi Mars pada 2022 menggunakan Big Falcon Rocket (BFR) dalam rangka membawa muatan kebutuhan manusia menyusul misi berawak pada 2024. Pada festival SXSW 2018, Elon Musk hadir menjawab beberapa pertanyaan seputar ambisinya untuk membuat kota di Planet Merah itu.

Bos SpaceX dan Tesla tersebut memberi sinyal kuat bahwa jadwal kolonisasi akan dimajukan dari pengumuman sebelumnya, yakni dimulai tahun depan.

“Kami membangun (kolonisasi) Mars pertama, atau kapal antar planet, dan saya pikir bisa untuk perjalanan pendek, penerbangan pertama pada pertengahan pertama¬†tahun depan.” kata Musk kepada CNBC.

Pernyataan itu spontan mendapat respon antusias dari para audiens. Namun kemudian Musk melanjutkan kalimatnya.

“Meskipun kadang, jadwal saya agak, kalian tahu…” katanya sembari tertawa.

Maksud Musk cukup jelas bahwa SpaceX seringkali mengundur jadwal peluncuran. Sebagai contoh Falcon Heavy yang seharusnya sudah terbang di akhir 2017 akhirnya harus tertunda hingga Februari 2018.

Terlepas dari itu, Musk tidak memberikan detil tentang wahana apa yang akan dipakai. SpaceX mungkin saja memanfaatkan BFR, namun roket itu baru memulai konstruksi tahun ini. Sementara roket terbesar yang sudah siap adalah Falcon Heavy.

Namun untuk misi jangka panjang, BFR merupakan opsi yang paling ekonomis karena seluruh bagiannya dapat dipakai kembali. Biaya peluncurannya pun lebih murah dari roket generasi pertama SpaceX, Falcon 1 yang memakan $5 juta.

Musk menambahkan bahwa fokus awal pembangunan tahap awal adalah kubah Mars, pusat pembangkit energi, dan barang-barang kebutuhan manusia. Setelah semua infrastruktur selesai, Mars akan butuh pusat peleburan hingga penjual pizza, kata Musk sambil bercanda.