BFR Mars
Ilustrasi roket BFR milik SpaceX yang akan mendarat di Mars (credit: SpaceX)

Persaingan menuju Mars kian memanas. Miliarder Elon Musk yakin bahwa perusahaan antariksa miliknya, SpaceX dapat mengantarkan manusia pertama ke Planet Merah itu pada 2024. Di sisi lain NASA juga punya rencana serupa, dengan Boeing sebagai kontraktor utamanya.

Dalam wawancara dengan CNBC beberapa waktu lalu, CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengklaim perusahaannya akan mendahului SpaceX dalam misi berawak ke Mars.

“Pada akhirnya kami akan pergi ke Mars dan saya meyakinkan bahwa orang pertama yang menginjakkan kakinya di Mars sampai di sana menggunakan roket Boeing,” kata Muilenburg.

Space Launch System
Space Launch System, roket generasi terbaru NASA yang juga akan ke Mars (credit: NASA)

Boeing sendiri telah bekerjasama dengan NASA dalam pengembangan Space Launch System (SLS) sejak 2010, roket raksasa yang dapat membawa muatan besar dan awak ke luar Bumi. NASA menargetkan pada 2019 SLS sudah bisa diluncurkan dalam rangka membangun stasiun luar angkasa di orbit Bulan sebagai lokasi singgah sebelum ke Mars.

Sementara Boeing sudah punya persiapan sejak lama, SpaceX baru saja mengumumkan Big Falcon Rocket (BFR) yang sejauh ini hanya ada ilustrasi dan render saja. Roket serbaguna ini dapat meluncur ke orbit Bumi, Bulan, dan tentunya Mars. Dalam presentasinya, Musk mengatakan pengembangan baru akan dimulai pada 2018.

Fakta mencatat bahwa Boeing memang lebih dulu dalam kompetisi ini, tetapi hal itu tidak membuat SpaceX gentar. Melalui Twitter-nya, Musk membalas berita tersebut dengan kalimat singkat “lakukan”.

Lantas, apakah SpaceX akan dikalahkan Boeing? Belum tentu. Perusahaan punya misi nirawak ke Mars yang meluncur pada Januari tahun depan dengan roket Falcon Heavy. Peluncuran ini akan menjadi modal penting dalam misi berawak nantinya.

CEO Boeing sendiri memperkirakan misi berawak baru bisa dilakukan pada dekade depan, kira-kira rentang waktu yang sama dengan SpaceX. Dengan begitu selama kedua belah pihak tidak mengalami kendala berarti dalam pengembangan roket, keduanya bisa mengirim manusia ke Mars tidak lama lagi.