The New Shepard Crew Capsule 0-56 screenshot
Setelah lama 'dirahasiakan', Blue Origin unjuk kapsul yang akan ditempati wisatawan

Wisata luar angkasa jadi target bisnis utama bagi perusahaan antariksa Blue Origin yang didirikan oleh bos Amazon, Jeff Bezos pada tahun 2000. Meski dalam beberapa tahun ke depan punya rencana untuk menjajakan peluncur satelit, namun dalam waktu dekat pihaknya berencana mengirim turis ke pinggir angkasa menggunakan roket New Shepard.

Blue Origin baru saja merilis video interior Crew Capsule alias kapsul penumpang yang akan diisi oleh sejumlah wisatawan.

Alih-alih hadir dengan antarmuka kompleks bak pesawat ulang-alik buatan NASA, interior kapsul sangat sederhana dan modern. Mungkin bisa dibilang sebagai ruang kelas satu yang diluncurkan ke luar angkasa.

Jendela super lebar untuk lihat lengkungan Bumi

Rata-rata pesawat ruang angkasa punya jendela kecil yang sangat membatasi lebar pandangan. Namun Blue Origin menjamin penumpang akan mendapat sensasi luar biasa ketika sudah berada di angkasa.

Lebar jendela mencapai 1/3 dari kapsul itu sendiri dan terpasang di hampir segala sisi sehingga akan sangat mudah melihat lengkungan Bumi dari sana.

Dibolehkan lepas dari kursi

Ketika sudah mencapai ketinggian yang diharapkan, penumpang diperbolehkan melepas sabuk dan meninggalkan kursinya. Saat itu kamu akan merasakan gravitasi nol dimana setiap benda akan melayang-layang selama beberapa menit.

Kemudian setelah kapsul melewati puncak tertinggi sekitar 100-120 kilometer, penumpang harus segera kembali ke tempat duduk bersandar sebab gravitasi akan kembali ‘berlaku’ ketika memasuki atmosfer.

Tiket sudah bisa didapatkan tahun depan

Mengingat roket bukanlah kendaraan ‘sederhana’ seperti mobil atau kereta, biaya peluncurannya pun tidaklah murah. Menurut informasi yang diberikan salah satu karyawan, harga tiket luar angkasa Blue Origin┬áberkisar Rp 3 hingga Rp 4 miliar per penumpang dan rencananya akan dijual pada 2019.

Dengan biaya itu, penumpang akan merasakan semua hal yang pernah dirasakan oleh astronot. Mulai dari peluncuran dengan roket hingga pendaratan dengan parasut.

Meski hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu, namun adanya wisata ruang angkasa menjadi bukti bahwa biaya peluncuran semakin murah hingga mulai bisa dijangkau oleh individu, bukan hanya pemerintah dan perusahaan besar.