Hydra Light
Jika kamu gemar camping di pinggir laut, lampu ini boleh jadi barang bawaan wajib

Sebagian besar rumah memiliki lampu cadangan bertenaga baterai atau sering disebut lampu emergency yang biasanya dipakai ketika terjadi pemadaman listrik. Namun durasi pemakaiannya pun terbatas sebab baterai tidak bisa bertahan lama.

Startup bernama Hydra Light memperkenalkan suatu inovasi yang menarik. Produk lampu darurat bernama PL-500 mengambil energi dari air asin untuk bisa menyala. Benar, kamu tidak salah baca, lampu tersebut memang memiliki teknologi untuk mengkonversi larutan di dalam air asin menjadi energi listrik.

Pada bagian inti lampu terdapat elemen khusus bernama PowerRod. Ketika bersentuhan dengan air asin akan mengeluarkan aliran listrik. Proses ini akan berlangsung terus-menerus sampai batang PowerRod menjadi tipis dan harus diganti.

Hydra Light
Hydra Light mengklaim produknya lebih ramah lingkungan sebab tidak menambah limbah baterai

Pihak Hydra Light mengatakan PowerRod memiliki energi keluaran yang setara dengan 85 baterai AA dengan durasi operasi lebih dari 250 jam. Selain itu jika tidak dipakai, cukup disimpan dalam kondisi kering maka dapat bertahan selama 25 tahun.

Untuk mengganti air asin, kamu bisa memanfaatkan air laut. Apabila tidak sedang berada dekat pantai, cukup campur air tawar dengan garam. Versi PL-500 dilengkapi port USB untuk mengisi daya ponsel, sayangnya tidak dijelaskan berapa besar kapasitas baterai yang bisa diisi dengan lampu emergency ini.

Hydra Light juga mengembangkan berbagai jenis lampu lain yang tentunya menggunakan air asin. Beragam produknya dapat kamu lihat di situs resmi Hydra Light.