Humanity Star
Ada 64 panel reflektif pada bintang buatan paling cerah di angkasa

Bintang buatan merupakan istilah dari objek buatan manusia yang merefleksikan cahaya Matahari sehingga terlihat di Bumi saat malam hari. Tidak seperti bintang alami yang pergerakannya tidak bisa diketahui lewat pengamatan singkat, bintang buatan bergerak cukup cepat seperti pesawat yang sedang terbang karena mengorbit Bumi.

Mungkin kamu sudah mendengar satelit Mayak yang gagal merentangkan layar reflektornya sehingga tidak bisa dilihat seperti sudah dijanjikan sebelumnya. Beruntungnya, ada alternatif bintang buatan lain yang kini sudah mengangkasa.

Bintang itu adalah Humanity Star, dibawa oleh roket Electron yang meluncur akhir Januari lalu. Bentuknya seperti bola dengan tinggi sekitar satu meter dan dilapisi cermin yang sangat reflektif.

Peter Beck, CEO dari Rocket Lab yang meluncurkan Electron mengatakan muatan ini merupakan langkah untuk menginspirasi semua orang di dunia. Itulah sebabnya dinamakan “Humanity Star”.

Apakah terlihat dengan mata telanjang? Tentu saja bisa dilihat cukup jelas, selama cuaca cerah dan polusi cuaca tidak terlalu buruk. Panel cermin dibuat oleh manufaktur satelit Iridium yang terkenal sangat terang. Pihak Rocket Lab bahkan membuatkan situs The Humanity Star untuk membantu orang menemukan posisi bintang buatan itu.

Humanity Star mengorbit pada Low Earth Orbit (LEO) dengan durasi 90 menit untuk sekali putaran. Semua daerah hampir pasti memiliki kesempatan untuk melihat objek buatan manusia paling terang di angkasa ini.

Namun, bintang buatan tersebut hanya akan bertahan selama 9 bulan ke depan sebelum akhirnya mengalami penurunan ketinggian, bergesekan dengan atmosfer, dan terbakar habis sebelum sampai ke permukaan tanah.