Autonomous Train
Kereta tanpa masinis pertama di dunia

Bukan sekedar mobil dan sepeda motor yang punya mode autonomous, kereta dilaporkan sudah mengadopsi teknologi ini. Wilayah Outback Australia menjadi saksi sejarah dimana kereta pengangkut barang berjalan sejauh 100 kilometer tanpa kehadiran seorang pun di kabin masinis.

Rio Tinto merupakan perusahaan pertambangan yang bertanggungjawab atas proyek tersebut. Sejak dimulai pada 2012, proyek bernama AutoHaul ini bercita-cita untuk mengoperasikan jaringan kereta autonomous untuk mengangkut material tambang.

Penggunaan sistem otonom pertama kali dilakukan perusahaan pada awal 2017 dengan total 50% kereta yang beroperasi. Meski demikian, masih ada masinis yang ada di dalam untuk mengawasi jalannya armada. Konsep seperti ini juga sudah ada pada beberapa jaringan transportasi dalam kota.

Autonomous Train
Pegawai hanya perlu mengawasi dari pusat kontrol

Hingga pada 2 Oktober lalu Rio Tinto memantapkan diri sebagai yang pertama menjalankan kereta secara autonomous. Sementara itu monitoring jarak jauh dilakukan oleh tim dari perusahaan serta pusat kontrol yang berbasis di Perth. Cara ini dikatakan sangat menguntungkan dari segi bisnis.

“Peluncuran yang sukses ini menempatkan kami di jalur yang tepat untuk memenuhi cita-cita kami, mengoperasikan jaringan pengangkut jarak jauh pertama dan benar-benar otonom, yang akan memberi manfaat keamanan dan produktivitas signifikan untuk bisnis ini.” ujar petinggi Rio Tinto Iron Ore, Chris Salisbury.

Rio Tinto berharap sistem ini akan beroperasi menyeluruh pada 2018, namun mereka juga harus berurusan dengan regulasi setempat untuk memastikan keamanannya. Video sekilas perjalanannya dapat kamu lihat di bawah ini: