Drone Light Show Countdown Asian Games 2018
Tidak sekedar mengundang penyanyi mancanegara, pemerintah juga melibatkan atraksi modern dari drone milik Intel

Penyelenggaraan Countdown Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang berlangsung meriah. Ribuan penonton memadati panggung demi menonton penampilan penyanyi papan atas mancanegara. Namun satu yang tidak bisa dilewatkan ialah koreografi 300 drone di langit Monas yang membuat penonton kagum.

Atraksi drone berdurasi 7 menit tersebut dilakukan di depan lapangan Monas atau siri kanan panggung utama. Drone diterbangkan secara perlahan ke ketinggian tertentu, kemudian membentuk formasi bertuliskan ASIAN, GAMES, dan 2018 secara bergantian.

Kemudian diikuti figur berbentuk seorang yang berlari membawa obor api abadi lalu menyulutkannya pada sebuah cawan hingga berkobar. Iringan musik juga dibuat senada dengan formasi drone, membuat suasana semakin spektakuler.

Drone Light Show Countdown Asian Games 2018
Setiap formasi yang dibentuk selalu mengundang decak kagum

Saat lagu Garuda Pancasila diputar, drone secara spontan membentuk lambang Garuda yang menjadi ideologi Indonesia, diikuti bendera Merah Putih yang tampak berkibar. Di saat yang sama proyeksi layar (mapping) di Tugu Monumen Nasional juga menampilkan objek serupa.

Di penghujung penampilan 300 drone menyusun logo Asian Games 2018 lalu diakhiri dengan manuver kembang api. Penonton termasuk Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta tamu undangan lainnya tampak terpukau melihat setiap konfigurasi yang dibentuk.

  Terpilih NASA, Indonesia 'Kirim' Tempe ke International Space Station
Drone Light Show Countdown Asian Games 2018
Drone ‘Shooting Star’ yang dipakai dalam pentas

Shooting Star adalah anak perusahaan Intel yang beroperasi di bidang hiburan menggunakan drone. Sebelumnya atraksi ratusan drone seperti ini sudah dilakukan di acara Super Bowl dan konser Lady Gaga. Tetapi kali ini merupakan yang pertama kali di Indonesia.

Intel juga sempat menerbangkan hingga 500 drone sekaligus yang sukses memecahkan rekor dunia sebelum akhirnya disalip oleh perusahaan drone asal China, Ehang dengan 1000 drone.

Berikut videonya: