Facebook Hoax News
Konten negatif akan menyusut di halaman News Feed (credit: Android Authority)

Jejaring media sosial Facebook dituding menjadi ladang hoax yang luas bagi pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan semata. Bahkan beberapa laporan menyebut Facebook melakukan pembiaran berita palsu dan provokasi yang secara langsung mempengaruhi kondisi politik negara asalnya, Amerika Serikat dimana saat itu sedang berlangsung pemilihan presiden.

Dalam berita yang dirilis di Newsroom FB, raksasa media sosial itu mengumumkan proyek “Membawa Orang-orang Lebih Dekat Bersama” dimana algoritma khusus dirancang agar News Feed atau Beranda pengguna diprioritaskan pada konten orang terdekat.

Facebook berharap ide ini dapat membuat interaksi antar pengguna menjadi positif. Fitur Like yang diperluas dengan ekspresi lain turut membantu perusahaan memahami konten seperti apa yang disukai pengguna. Pihaknya sebisa mungkin meminimalisir berita negatif, provokasi, atau hoax yang sering berkeliaran di News Feed.

Untuk mengaktifkan fitur ini, kamu bisa klik tanda segitiga ke bawah pada Facebook versi desktop, kemudian klik Preferensi Kabar Berita. Dari sana kamu dapat memilih siapa saja yang diprioritaskan muncul di beranda.

Khusus untuk halaman, Facebook telah membagikan tips mengenali berita hoax yang menjadi indikasi utama agar kamu sebaiknya tidak mengikuti halaman itu.

mark zuckerberg ceo
Facebook berusaha kembali ke tujuan utamanya, yakni mendekatkan orang yang jauh, bukan permusuhan (credit: Tecake)

“Kami merasa bertanggungjawab untuk memastikan pelayanan kami tidak untuk hiburan saja, tapi juga untuk kebaikan semua orang.” kata Mark Zuckerberg, CEO Facebook dalam postingannya.

Kebijakan penyaringan News Feed sudah direncanakan sejak tahun lalu, tetapi baru sekarang bisa dibangun dan mulai diimplementasikan.

Meski positif untuk banyak pengguna, Zuck mengakui bahwa ide ini akan merubah perusahaannya secara ekstrim. Kiriman halaman dan merek akan lebih kecil porsinya, memaksa sejumlah iklan tidak bisa tayang maksimal yang akhirnya mempengaruhi income perusahaan.

“Saat kami meluncurkan ini, Anda akan melihat lebih sedikit konten publik seperti kiriman dari bisnis, merek, dan media. Dan konten publik yang Anda lihat akan muncul dengan standar yang sama, ini seharusnya bisa mendorong interaksi berguna antara pengguna.” lanjut Zuck.

Kamu sudah bisa memilih prioritas kiriman sejak sekarang, data tersebut nantinya diolah Facebook dan rencananya dirilis beberapa bulan mendatang.