Berita Hoax

Berita palsu atau sering disebut sebagai hoax bukan barang baru sejak internet merambah kehidupan kita. Siapapun dapat dengan mudah membuat berita yang tidak benar lalu membagikannya ke sosial media tanpa memikirkan dampak perbuatannya.

Menyadari hal ini, beberapa perusahaan IT, lembaga akademis, jurnalis, media, dan organisasi lainnya sepakat untuk membentuk News Integrity Initiative yang didedikasikan untuk menolong orang mendapatkan berita yang layak untuk dibaca dan dibagikan secara online.

News Integrity Initiative mendapat pendanaan dari patungan beberapa perusahaan dan lembaga seperti Facebook, Mozilla, Betaworks, AppNexus, Craig Newmark Philanthropic Fund, Ford Foundation, Democracy Fund, James S. and James L. Knight Foundation, dan Tow Foundation dengan total dana “patungan” mencapai 14 juta dollar Amerika Serikat atau setara Rp 187 miliar rupiah.

Dana ini rencananya akan dipakai untuk mencapai misi News Integrity Initiative, yakni memperbaiki isi berita, meningkatkan kepercayaan kepada jurnalisme, dan memberikan informasi yang lebih baik kepada publik.

Partisipasi juga akan melibatkan Polis London Schools of Economics, Wikipedia, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dan beberapa organisasi jurnalis dari Amerika, Eropa, dan Asia.

Dalam proyek ini nama Facebook dianggap sebagai perusahaan yang paling mencolok. Facebook sendiri sebelumnya dianggap gagal memberantas berita hoax di jejaring sosialnya. Langkah ini sekaligus untuk memperbaiki layanan Facebook ke depannya.

Lantas upaya filtrasi berita hoax skala masif ini mungkin akan menghilangkan mata pencaharian sebagian orang (pembuat hoax).