Zaha Hadid the Opus
Bagian dalam lubang dilapisi lampu LED yang menarik saat malam

Zaha Hadid, wanita kelahiran Irak 1950 silam kini hanya tinggal nama sejak kematiannya pada 31 Maret 2016 lalu. Tetapi karya arsitektur berciri khas “melengkung” ini masih digunakan untuk proyek bangunan saat ini.

Bangunan bernama The Opus yang tengah dikerjakan oleh pengembang Meliá Hotels memastikan proyek sudah rampung tahun depan. Tidak seperti bangunan pencakar langit yang tingginya mencapai ratusan meter, bangunan ini hanya setinggi 71 meter. Meski begitu desainnya akan menjadi daya tarik sendiri bagi siapapun yang lewat.

Berdiri di Dubai, bagian tengahnya memiliki lubang cukup besar dengan bentuk tidak simetris. Sebanyak 19 lantai terbawah akan digunakan sebagai hotel. Pihaknya juga berencana memasukkan sejumlah desain furniture yang dibuat Zaha Hadid.

Zaha Hadid the Opus
Salah satu sudut interior The Opus

Sisi dalam lubang bangunan dilapisi LED, yang menurut pengembang akan dinyalakan saat malam, memberikan atraksi spektakuler. Bangunan turut dilengkapi restoran, apartemen, hotel, lobi, kafe, dan tempat bersantai bagi turis.

Bagian atas The Opus berbentuk seperti jembatan yang membentang antara dua tiang gedung. Materialnya menggunakan baja khusus dan alumunium ringan agar tetap stabil. Lapisan kaca melengkung turut memberikan kesan mewah pada bangunan. Tidak heran jika nantinya kamar teratas mematok tarif yang lebih mahal.

The Opus dijadwalkan dibuka untuk umum pada akhir 2018 mendatang.