Tesla Roadster Leaving Earth
Foto terakhir Tesla Roadster sebelum meninggalkan Bumi

Setelah Falcon Heavy dinobatkan sebagai roket terkuat di dunia yang beroperasi, muatannya, Tesla Roadster turut menjadi mobil tercepat yang pernah ada sekaligus menandai kendaraan darat pertama yang ‘menyasar’ ke angkasa. Mengingat lingkungan luar angkasa sangat ekstrim, akankah mobil elektrik itu bertahan selama jutaan tahun di sana?

Ilmuwan astrofisika Harvard, Jonathan McDowell mencoba memprediksi apa yang akan terjadi pada mobil berwarna merah tersebut selama berada di angkasa. Paparan radiasi, serpihan asteroid, dan kondisi ekstrim lainnya menjadi patokan utama mengapa Tesla Roadster tidak bisa bertahan selama jutaan tahun seperti wahana angkasa lainnya.

Berikut adalah beberapa poin dari kalkulasi McDowell.

Mobil akan dihantam asteroid kecil

Starman
Sosok Starman di balik kemudi

Luar angkasa terlihat seperti ruang kosong yang diisi planet dan bintang. Tetapi jika diamati lebih detil, ada sejumlah partikel yang melaju dengan kecepatan bak peluru. Meski Tesla Roadster berpotensi kecil ditabrak asteroid besar, tetapi mobil itu sangat mungkin dihujani asteroid kecil sebesar kelereng yang bisa membuat bodinya penyok.

Peluang itu sangat besar terjadi pada daerah Asteroid Belt, ruang antara Mars dan Jupiter dimana bongkahan asteroid dari ukuran terkecil hingga terbesar berada di sana. Saat memasuki daerah tersebut, mobil bakal seperti mengalami kecelakaan hebat.

Bisa jadi, Tesla Roadster kembali ‘pulang’ ke Bumi

Falcon Heavy Landed
Bukan cuma roketnya yang pulang, tapi muatannya juga bisa pulang

Elon Musk menginginkan mobil pribadinya itu mengorbit di angkasa selama miliaran tahun. Sayangnya, menurut perhitungan matematis, Tesla Roadster bisa jadi pulang ke Bumi. Hal ini dikarenakan gravitasi planet Jupiter yang dapat mengacaukan orbit mobil itu. Menurut McDowell, mobil dapat terjun ke Mars, Bumi, Venus, Jupiter, atau bahkan terbakar saat terlalu dekat dengan Matahari.

Namun kemungkinan ini diprediksi akan terjadi beberapa ribu tahun ke depan. Sekalipun jatuh ke Bumi, atmosfer sudah lebih dulu membakarnya sebelum sampai ke tanah. Serta perlu dicatat, ini hanya berupa kemungkinan mengingat mekanisme orbit sangatlah kompleks.

Tesla Roadster seperti sedang dipanggang secara merata

Tesla Roadster Earth
Live video Tesla Roadster beberapa waktu lalu menunjukkan proses pasive cooling

Suhu di orbit Tesla Roadster sangat ekstrim. Di sisi yang terpapar sinar Matahari mencapai 127º C, sedangkan wilayah yang membelakangi turun jauh di -173º C. Dengan perbedaan temperatur yang sangat signifikan ini, bagian-bagian mobil dapat rusak dengan cepat, termasuk warnanya yang akan memudar seiring waktu.

Beruntungnya, second stage yang masih melekat dengan mobil itu melakukan pasive cooling atau rotasi sehingga suhu dapat didistribusikan dengan baik. Tetapi tetap saja, Tesla Roadster dirancang oleh insinyur kendaraan, bukan wahana angkasa. Tidak butuh waktu lama bagi lingkungan luar angkasa membuat mobil itu babak belur.

Bagian-bagian mobil akan lenyap karena kerusakan parah

Tesla Roadster Dont Panic
Beberapa bagiannya akan hilang seperti debu

Tesla Roadster berwarna merah akan menjadi putih karena bahan polimer tidak tahan dengan radiasi angkasa. Manekin Starman melunak dan seperti meleleh, bentuknya pun tidak seperti saat ia pertama diluncurkan. Ban mobil yang terbuat dari karet tidak akan ada lagi di sana setelah ratusan tahun.

Kaca depan akan retak atau hancur setelah ditabrak partikel asteroid. Tempat duduk bakal berubah seperti bubuk dan akan lepas dari sana kemudian. Sementara baterai kemungkinan sudah tidak ada sejak peluncuran karena mudah meledak dalam suhu tinggi. Tentu, SpaceX tidak ingin peluncuran gagal karena masalah baterai. Sedangkan baterai khusus untuk mengirim live video pada akhirnya akan meledak juga, tetapi butuh waktu lebih lama.

Jika ditemukan kembali di masa depan, bentuknya sudah tidak utuh lagi

Tesla Roadster Mars SpaceX 1
Tesla Roadster generasi pertama yang dirilis antara 2008 hingga 2012

Struktur material Tesla Roadster tidak dirancang untuk lingkungan angkasa, maka kecil kemungkinan mobil itu bisa berada di sana selama miliaran tahun. Jika suatu saat peradaban masa depan tidak sengaja menemukannya kembali, hanya tersisa kerangka logam yang rapuh setelah diterpa radiasi kosmik.

Kabar baiknya, mobil itu turut serta membawa The Arch, sebuah media penyimpanan berukuran kecil namun memuat data besar dan menjaganya hingga 14 miliar tahun. Mungkin saja SpaceX juga memberikan informasi soal Tesla Roadster agar entitas asing di masa depan bisa mengetahui siapa dan apa tujuan manusia melakukan ini semua.