panel surya thermal
Merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk transisi dari energi fosil ke energi terbarukan

Australia menjadi pusat perhatian dunia setelah memprakarsai diri untuk memulai transisi ke energi bersih di masa depan. Setelah merencanakan pembangunan stasiun pengisian energi listrik dan instalasi baterai raksasa bulan lalu, kini negeri kanguru tersebut akan membuat lompatan baru.

Aurora Solar Energy merupakan proyek pembangunan pembangkit listrik panel surya thermal yang berlokasi di Australia Selatan. Sistem panel surya yang digunakan berjenis heliostats dimana susunan cermin dalam jumlah besar difokuskan pada satu titik menara yang menerima panas untuk dikonversi menjadi listrik.

Pembangunan melibatkan SolarReserve yang sebelumnya sudah menyelesaikan proyek serupa di negara lain. Hanya saja di Australia, proyeknya terbilang istimewa sebab merupakan yang terbesar di dunia.

panel surya thermal
Sinar Matahari dipantulkan dari cermin ke menara di tengahnya hingga mencapai suhu yang tinggi

Pembangkit listrik ini diperkirakan mampu mensuplai energi untuk 90.000 rumah dan menghasilkan 495 jam gigawatt per tahun, atau sama dengan 5 persen dari kebutuhan energi Australia Selatan. Instalasi tersebut juga memiliki media penyimpanan energi yang artinya dapat memberikan output konsisten selama 24 jam.

Proyek Aurora Solar Energy sudah disetujui dan direncanakan akan memulai konstruksi tahun depan dengan perkiraan rampung pada 2020.

Panel surya thermal mungkin masih asing di telinga, namun sebetulnya sudah ada cukup lama. Berikut video animasi cara kerjanya: