Asus Tinker Board
Disebut-sebut sebagai clone Raspberry Pi yang mengalami upgrade

Eksistensi komputer papan tunggal dalam beberapa tahun ini menemukan tempatnya di kalangan pegiat IT, terutama mereka yang gemar bereksperimen lewat komputer seukuran kartu kredit ini. Bersamaan dengan itu, merek Raspberry Pi mendapat gelar sebagai yang terpopuler. Bulan Februari 2016 saja komputer ini terjual lebih dari 8 juta unit.

Menanggapi popularitas Raspberry Pi, Asus akhirnya merilis saingannya yang dijuluki Tinker Board. Komputer papan tunggal ini dibekali processor quad-core Rockchip RK3288 berfrekuensi 1.8 GHz yang disandingkan dengan RAM 2GB LPDDR3 dual-channel.

Asus Tinker Board
Di atas kertas, Asus Tinker Board memiliki performa yang jauh lebih mumpuni

Untuk sektor GPU, Asus mengandalkan Mali T764 16 core yang berjalan pada clock speed 600 MHz. Asus menjanjikan perangkat ini sanggup menjalankan video 4K (termasuk decoding H.264/H.265). GPU ini juga memungkinkan akselerasi jika membutuhkan performa lebih.

Konektivitas membawa Bluetooth 4.0 serta WiFi 802.11b/g/n ditambah Ethernet. Ada pula port USB 2.0, HDMI, Audio jack 3.5 mm, 40 pin GPIO, 15 pin MIPI, dan micro USB 5V/2.5 ampere untuk suplai daya. Sementara media penyimpanan dan OS mewajibkan pengguna untuk membeli microSD card.

Asus Tinker Board
Berbagai kreasi baru bisa dibuat dengan komputer papan tunggal

Secara keseluruhan Tinker Board memiliki dimensi 85.6 x 56 x 21 mm yang diklaim bisa menggunakan casing SBC universal. Asus juga menambahkan heatsink untuk menjamin sistem tetap dingin selagi digunakan.

Dengan performa yang lebih tinggi, satu unit Tinker Board dipatok dengan harga yang agak tinggi dibanding Raspberry Pi. Namun hardware yang diusungnya memastikan edukator, penghobi, dan teknisi IT lebih leluasa dalam bereksperimen dengan komputer. Asus menargetkan harga retail sekitar Rp 750 ribu.

Tonton video perkenalan Asus Tinker Board: