Falcon Heavy
Selain Tesla Roadster dan Starman, SpaceX mempersiapkan muatan rahasia

SpaceX sukses menyedot perhatian dunia berkat muatan ‘konyol’ roket Falcon Heavy yang membawa Tesla Roadster bersama manekin Starman. Foto-fotonya pun membuat orang heran mengapa perusahaan antariksa ini membawa muatan yang tidak biasa. Namun, selain mobil elektrik berwarna merah, SpaceX juga punya muatan rahasia yang justru lebih penting bagi peradaban umat manusia.

Dibenamkan di dalam tubuh Tesla Roadster, terdapat sebuah media penyimpanan berukuran kecil namun mampu menyimpan data dalam jumlah besar. Usianya pun bisa mencapai 14 miliar tahun alias hampir sama dengan usia alam semesta hari ini.

The Arch SpaceX
Sebuah piringan kaca berukuran koin yang menyimpan informasi penting

Dijuluki The Arch, media penyimpanan seukuran koin yang dapat menyimpan data sebesar 360 terabyte. Terbuat dari kristal kuarsa untuk menjaga informasi dalam jangka waktu panjang. Menurut Arch Mission Foundation, fungsi media ini adalah mewariskan ilmu pengetahuan umat manusia sepanjang waktu dan berguna untuk generasi masa depan.

The Arch pertama kali diumumkan pada 2016 lalu dengan sebutan ‘data 5 dimensi‘ yang ditulis menggunakan laser nano. Selain panjang umur, benda ini juga tahan di lingkungan ekstrim, bahkan menahan panas hingga 1.000 derajat celcius tanpa merusak data di dalamnya.

The Arch 1.2 yang dibawa Tesla Roadster menyimpan trilogi Foundation oleh Issac Asimov, sebuah sci-fi klasik yang mengutarakan konsep untuk mewariskan ilmu pengetahuan manusia secara luas dan abadi, sekaligus inspirasi utama dari Arch Mission Foundation.

The Arch
The Arch akan sangat berguna sebagai basis pengetahuan manusia saat mengeksplorasi planet lain

“Bayangkan sebuah cincin pengetahuan yang mengelilingi Matahari. Ini adalah langkah satu-satunya manusia untuk membantu, menyandi, dan mendistribusikan data ke Tata Surya, dan melampauinya.” jelas co-founder Nova Spivack.

Falcon Heavy merupakan tunggangan pertama The Arch dalam rangka menjaga warisan umat manusia. Di tahun 2020 mereka berencana menempatkannya lagi di Bulan, kemudian Mars pada 2030. The Arch akan menjadi ‘internet lokal’ bagi koloni manusia di Planet Merah.

Pada akhirnya, The Arch akan menjadi perpustakaan digital yang akan selalu disertakan dalam berbagai misi bersejarah ke luar angkasa. Sangat fantastis membayangkan generasi masa depan mempelajari kembali apa saja yang telah dicapai nenek moyangnya di masa lampau.

Keberadaan The Arch pada Tesla Roadster sebelumnya juga sudah diinformasikan oleh SpaceX, sesaat sebelum Falcon Heavy meluncur, berikut videonya: