BiliScreen
Ilmuwan kembangkan aplikasi untuk deteksi kanker pankreas sebelum semakin parah

Kanker pankreas telah menelan lebih dari 50.000 korban meninggal pada 2016 di Amerika Serikat. Gejala penyakit ini baru bisa diketahui setelah sel kanker tumbuh subur di dalam organ. Orang yang menderita penyakit ini hanya memiliki harapan hidup kurang dari 5 tahun, sementara hanya segelintir yang bisa melewati vonis tersebut.

Sulitnya mendeteksi kanker pankreas membuat tim ilmuwan dari University of Washington merancang aplikasi smartphone yang bisa mendeteksi zat bilirubin lewat foto. Bilirubin sendiri adalah zat yang menyebabkan mata menjadi berwarna kuning sebagai efek dari kanker pankreas.

Tim menjuluki aplikasi ini sebagai BiliScreen. Algoritma di dalamnya dapat mengetahui kadar bilirubin sedari dini sehingga dapat segera dilakukan penanganan sebelum terlambat. Shwetak Patel salah satu tim peneliti mengatakan cara ini dapat memprediksi berapa banyak kadar bilirubin di dalam darah.

BiliScreen
Pengguna akan diberitahu kada bilirubin dalam darahnya setelah melakukan pemotretan

Sebanyak 70 partisipan BiliScreen menggunakan kacamata dengan frame khusus untuk kalibrasi warna. Kemudian mereka diminta untuk melakukan selfie dengan syarat mata harus tetap terbuka. Hasil penelitian ini menunjukkan pengukuran BiliScreen mencapai level akurasi 89,7 persen dibanding metode pengetesan darah.

Tim berharap dengan aplikasi ini lebih banyak orang bisa mendeteksi kanker pankreas sebelum terlalu parah sehingga dapat dilakukan operasi dan meningkatkan usia harapan hidup penderita.

Aplikasi ini masih terus dikembangkan, termasuk upaya untuk meniadakan kacamata khusus sehingga jauh lebih praktis. Namun untuk saat ini ketersediaan untuk komersial belum diumumkan.

Berikut ini video cara kerja BiliScreen: