Adobe Algorithm

Adobe Photoshop banyak diandalkan untuk urusan manipulasi foto, bahkan mungkin menjadi software standar bagi perusahaan yang beroperasi di bidang grafis. Popularitas Photoshop tidak berhenti membuat Adobe sekedar meluncurkan format baru, tetapi juga sentuhan algoritma yang semakin memudahkan penggunanya.

Bekerjasama dengan Cornell University, Adobe mengembangkan algoritma khusus yang dijuluki Deep Photo Style Transfer. Sesuai namanya, algoritma ini berfungsi “mencuri” elemen dari foto lain lalu diaplikasikan pada foto yang diinginkan.

Dengan kata lain algoritma ini bagaikan sistem yang dapat memanipulasi foto secara mandiri. Hasilnya pun cukup mengesankan, kamu tak akan mengira bahwa foto yang dihasilkan dibuat oleh komputer.

Adobe Algorithm
Foto gedung-gedung kota dalam kondisi siang, langit tertutup awan putih
Adobe Algorithm
Kemudian mengambil referensi elemen dari foto kota yang sama, namun waktu dan sudut pandang yang berbeda
Adobe Algorithm
Hasilnya cukup menarik, algoritma seolah tahu betul dimana masing-masing elemen harus ditempatkan

Foto gedung di siang hari bisa diubah formatnya menjadi malam hari hanya dengan mengambil sampel foto lain. Algoritma ini masih dalam tahap pengembangan, namun rilis ujicoba di internet sukses mendulang antusiasme, khususnya dari kalangan pengguna Photoshop.

Adobe Algorithm
Pertanyaan paling mendasar: Akankah Adobe membawa software ini di produknya?

Adobe mengakui masih ada beberapa error yang perlu diperbaiki. Seperti tekstur yang hilang pada output foto. Tetapi pencapaian ini terhitung cukup fantastis, membawa konsep retouch foto yang lebih fleksibel, tak lagi menggantungkan style foto pada database software.

Sayangnya perusahaan yang berdiri sejak 1982 ini tidak memberi kepastian terkait kehadiran Deep Photo Style Transfer di beberapa software miliknya. Namun satu hal yang kita tahu, kerjasama haruslah saling menguntungkan, dan Adobe pasti melihat peluang ini.

Lebih lengkap kunjungi paper Deep Photo Style Transfer.