IHO Mining Bitcoin
Mining dengan memanfaatkan tubuh manusia

Demam kriptokurensi semakin menguat setelah nilai salah satu mata uang digital terpopuler, Bitcoin mencapai angka Rp 230 juta. Padahal 5 tahun lalu nilainya kurang dari Rp 10 juta. Sontak ini membuat minat menjadi penambang (miner) kriptokurensi pun meningkat.

Startup asal Belanda, Institute of Human Obsolescence (IHO) memiliki sebuah proyek yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Proyek itu berusaha menggunakan tubuh manusia untuk menambang kriptokurensi.

Kamu tidak salah baca, startup ini memang serius tengah mengembangkan alat untuk menyerap panas tubuh dan dikonversi menjadi listrik, lalu digunakan untuk menambang kriptokurensi. Pihaknya mengklaim telah mengkoleksi lebih dari 16.000 koin dari salah satu mata uang digital baru.

IHO Mining Bitcoin
Pekerja hanya perlu berbaring untuk menghasilkan uang

Teknologi pengubahan panas tubuh menjadi listrik sebelumnya sudah dipakai dalam skala kecil, contohnya untuk jam tangan dan senter.

IHO telah mempekerjakan 37 pekerja dengan 212 jam berbaring menggunakan alat penyerap panas tubuh. Mereka menghasilkan 127.210 milliwatt listrik yang dipakai untuk menambang. Bagian 80% menjadi milik pekerja sementara sisanya menjadi milik perusahaan.

Dikutip dari Arbeiterkammer, sang pendiri startup, Manuel Beltrán mengatakan di masa depan robot akan menggantikan pekerjaan manusia. Ia menawarkan solusi menghasilkan uang bahkan tanpa perlu bekerja. Beltrán bersama timnya sudah menyelesaikan prototipe alat penyerap panas tubuh sejak 2016 lalu.

“Sebagian sedang mengobrol, sebagian hanya berbaring di sana. Ada pula yang sedang menonton, ini adalah pengalaman (bekerja) yang berbeda,” jawab Beltrán dalam sebuah wawancara.