Menurut Surrey Space Centre, ada 7.716 ton sampah di ruang angkasa yang mengitari bumi. Jumlah tersebut terdiri dari satelit mati, roket pendorong, lapisan cat yang terkelupas, atau fragmen kecil bekas tabrakan satelit.

Sampah tersebut bergerak mengorbit bumi dengan kecepatan tinggi yang dapat membuat kerusakan pada satelit bahkan mengganggu perjalanan ke luar angkasa.

Atas dasar inilah pihak Surrey Space Centre, bekerjasama dengan Airbus, CSEM, Innovative Solutions In Space, dan lainnya mengadakan proyek RemoveDebris, yakni menghapus puing-puing di ruang angkasa.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka ditargetkan RemoveDebris akan merapat ke ISS pada awal 2017. Kemudian melayang di orbit rendah untuk melakukan empat percobaan pertamanya.

Keempat metode tersebut diantaranya Net Experiment, Harpoon and Deployable Target ExperimentVision-Based Navigation Experiment, dan Dragsail Experiment.

Net Experiment

RemoveDebris, sampah luar angkasa, pembersihan sampah luar angkasa, space debris cleanup

Metode ini mengharuskan RemoveDebris mendekati puing dalam jarak tertentu, kemudian melepaskan jaring yang selanjutnya akan membungkus puing sehingga ia melambat dan terbakar ketika memasuki atmosfer bumi.

Harpoon and Deployable Target

RemoveDebris, sampah luar angkasa, pembersihan sampah luar angkasa, space debris cleanup

Satelit RemoveDebris dipersenjatai dengan alat semacam tombak yang membidik sasaran. Langkah ini cocok untuk puing berukuran besar. Nantinya setelah ditombak, puing akan mengikuti RemoveDebris sebelum akhirnya menjatuhkan diri dan terbakar di atmosfer.

Vision-Based Navigation Experiment

RemoveDebris, sampah luar angkasa, pembersihan sampah luar angkasa, space debris cleanup

Ini merupakan cara untuk menguji teknologi pendeteksi pada satelit untuk menganalisa setiap benda, menghitung jarak, kecepatan, dan arah orbitnya secara akurat. Ini sangat penting untuk menangkap objek sampah di langit.

Dragsail Experiment

RemoveDebris, sampah luar angkasa, pembersihan sampah luar angkasa, space debris cleanup

Misi terakhir RemoveDebris adalah dengan mengibarkan semacam payung raksasa yang berfungsi memperlambat kecepatannya, kemudian kehilangan ketinggian, bergesekan dengan atmosfer, dan terbakar hingga habis bersama sampah yang dibawanya.

RemoveDebris, sampah luar angkasa, pembersihan sampah luar angkasa, space debris cleanup
Misi terakhir RemoveDebris yakni jatuh ke bumi dan menghancurkan dirinya serta sampah bawaannya

Sampah di angkasa juga berpotensi menghasilkan tabrakan berantai antar satelit dan mengganggu sistem komunikasi di bumi. Termasuk kerugian yang harus ditanggung pihak pemilik satelit.

Proyek RemoveDebris mendapat dukungan dari European Commission dan Seventh Framework Programme.

Teknologi ini telah dipamerkan di Royal Society Summer Science Exhibition di London pada 10 Juli lalu. Eksperimen pertamanya akan dilakukan pada 2017 mendatang.

Sumber: Surrey Space Centre