Satelit Merah Putih
Satelit Merah Putih (Telkom 4) sudah di dalam fairing untuk peluncuran dalam waktu dekat (via Gatra)

Indonesia sebentar lagi akan memiliki satelit baru yang diinisiasi oleh Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Tanah Air. Satelit Telkom 4 atau satelit Merah Putih akan memperluas jaringan komunikasi sehingga arus informasi bisa diproses lebih mudah.

Keputusan Telkom untuk memilih SpaceX sebagai peluncur bukan tanpa alasan. SpaceX sendiri sudah membuktikan diri bahwa mereka bisa memberikan biaya peluncuran murah dengan kapabilitas yang sama dengan perusahaan senior seperti United Launch Alliance (ULA).

Nah, jika kamu tak sabar dengan video siaran langsung peluncuran satelit Telkom Merah Putih, ada baiknya mengetahui beberapa fakta menarik berikut.

Satelit terberat kedua yang ditangani SpaceX

via Tribunnews

Secara teknis, Falcon 9 bisa mengirim satelit pada zona geostasioner, sekitar 35.000 km di atas permukaan Bumi dengan catatan bobotnya tidak melebihi 8.300 kilogram.

Satelit Merah Putih sendiri dilaporkan mempunyai berat 5.800 kg dan akan menjadi satelit kedua terberat yang ditangani SpaceX setelah satelit Telstar seberat 7.080 kilogram.

Untuk pertama kali menggunakan roket Falcon 9 Block 5 yang sudah dipakai

Falcon 9 Block 5
via SpaceX/Flickr

Jika kamu sudah familiar dengan SpaceX, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Falcon 9 Block 5 yang menjadi iterasi tertinggi dari varian roket Falcon 9. Tidak seperti Block 4 dan Block 3 yang hanya bisa dipakai terbang 2-3 kali saja, Block 5 mampu menjalankan setidaknya 10 misi tanpa refurbishment signifikan.

SpaceX akan menggunakan roket yang sama yang pernah mereka pakai sebelumnya pada misi satelit Bangladesh.

Dengan sistem roket daur ulang, SpaceX bisa menekan biaya peluncuran menjadi hanya $60 juta atau 2-3 kali lebih murah dari perusahaan peluncur lain.

Roket ditargetkan mendarat di atas kapal

SpaceX Drone Ship
via SpaceX/Flickr

Untuk satelit berat seperti Merah Putih, SpaceX dipastikan menggunakan drone ship atau platform mengambang di atas air untuk mendaratkan roketnya demi menghemat bahan bakar.

Karena akan diluncurkan di Cape Canaveral maka drone ship yang dipakai adalah “Of Course I Still Love You” yang sudah disiapkan di Samudera Atlantik.

Sudah jalani pengujian static fire

Pada 4 Agustus kemarin pihak SpaceX mengumumkan pengujian static fire untuk kendaraan peluncur satelit Merah Putih sudah dilakukan dan sejauh ini tidak ada masalah yang membahayakan keseluruhan misi.

Tes static fire sendiri bertujuan untuk memastikan keseluruhan sistem berjalan sesuai prosedur. Biasanya mesin roket dinyalakan beberapa detik dan memperlihatkan gumpalan asap yang besar.

Satelit Merah Putih akan jangkau wilayah internasional

Telkom 4
via SSL

Satelit Merah Putih dibekali 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan bertugas di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan.

Satelit ini menggunakan platform SSL 1300 yang dibuat oleh manufaktur satelit asal Amerika Serikat Space System Loral dengan masa hidup hingga 16 tahun.

Menggantikan satelit Telkom-1 yang sudah tua

Satelit Telkom-1
via KataData

Satelit Telkom 1 yang diluncurkan pada 4 Agustus 1999 sudah waktunya diganti mengingat usianya sudah melewati batas dan tidak layak pakai. Satelit ini beberapa waktu lalu juga sempat mengganggu layanan perbankan sehingga pihak Telkom segera memindahkan operasinya ke satelit Telkom 3S dan BRIsat.

Di sisi lain, satelit Merah Putih tidak hanya ditopang teknologi anyar, namun juga menjangkau daerah yang lebih luas dari sebelumnya. Ini akan memperlengkap jaringan komunikasi Telkom 2 dan Telkom 3S.

Peluncuran satelit Merah Putih akan dilakukan pada 7 Agustus besok. Seperti biasa, SpaceX akan menyiarkan tayangan peluncuran dari awal hingga akhir. Kamu juga bisa melihat detik-detik pendaratan spektakuler roket setinggi 70 meter itu.