SpaceX Falcon 9
Apa saja rencana penting SpaceX di tahun ini?

Perusahaan antariksa swasta yang didirikan Elon Musk telah melewati tahun penuh kesuksesan pada 2017 kemarin. Selama durasi tersebut, perusahaan telah menjalani 18 misi ke angkasa dimana seluruhnya berjalan sesuai rencana. Roket Falcon 9 yang menjadi andalannya pun turut menarik perhatian dunia.

Termasuk perusahaan telekomunikasi di Indonesia, Telkomsel berencana meluncurkan satelit Telkom 4 dengan roket itu pada Juni 2018.

Di luar dari itu, SpaceX memiliki sejumlah jadwal penting tahun ini. Visi utama perusahaan ialah memudahkan transportasi manusia dari Bumi ke Mars dan sebaliknya yang tak lain mewujudkan perjalanan angkasa yang semakin murah.

Untuk meraih mimpi besarnya itu, perusahaan telah mencanangkan 5 misi besar yang akan berlangsung tahun ini. Apa saja misi tersebut?

Peluncuran roket terkuat di dunia, Falcon Heavy

Falcon Heavy merupakan roket terkuat milik SpaceX saat ini. Setelah penantian lama dan beberapa kali penundaan akhirnya perusahaan mengumumkan peluncuran perdananya pada akhir Januari nanti. Targetnya adalah orbit Mars, dengan membawa mobil elektrik Tesla Roadster milik Elon Musk.

Ketiga booster akan mendarat kembali, sementara stage 2 bertugas mengantar kargo ke Planet Merah. Falcon Heavy telah rampung dirakit dan sudah berdiri di lokasi peluncuran. Jika peluncuran ini berhasil maka akan menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia antariksa serta tentunya SpaceX sendiri.

Falcon 9 Block 5 akan segera dioperasikan

Falcon 9 Block 5
Falcon 9 Block 5 lebih cepat diproses untuk diluncurkan kembali

Mungkin kamu bertanya-tanya apa itu Falcon 9 Block 5. Sebetulnya ini bisa dikatakan sebagai versi ke-5 dari Falcon 9. Sejak pertama kali digunakan, roket ini telah berevolusi sebanyak empat kali dan kini sedang dalam penyelesaian versi terbarunya yang dipastikan sebagai versi terakhir.

Falcon 5 Block 5 mengadopsi landing leg baru, pembaharuan internal, daya dorong lebih tinggi, dan bisa segera dipakai usai didaratkan. Saat ini Block 4 butuh beberapa bulan sampai bisa diluncurkan kembali. Namun pada Falcon 9 Block 5, roket hanya perlu “dibersihkan” selama 24 jam lalu segera siap dioperasikan.

Roket masa depan SpaceX, BFR mulai tahap konstruksi

BFR atau Big Falcon Rocket merupakan wahana serbaguna yang dirancang SpaceX untuk membawa kargo dan manusia ke luar Bumi. Termasuk perjalanan ke Bulan dan Mars. Dibanding roket yang mereka pakai saat ini, BFR memungkinkan 100 persen reusability karena seluruh bagian roket dapat mendarat kembali.

  Cetak Sejarah Baru! SpaceX Gunakan Roket Bekas ke Luar Angkasa

Roket setinggi 106 meter ini menggunakan mesin terbaru bernama Raptor Engine. Elon Musk mengatakan BFR bisa juga dijadikan moda transportasi sub-orbital dengan kecepatan 27.000 km/jam. Dengan begitu, kamu bisa berkeliling dunia kurang dari 1 jam. Harga tiket diharapkan setara dengan perjalanan dengan pesawat penumpang. BFR rencananya akan memulai pembangunan pada tahun ini.

Misi berawak pertama SpaceX ke ISS

Sejauh ini SpaceX hanya melayani peluncuran satelit dan kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Tetapi ke depannya bisa membawa astronot ke luar angkasa. Kapsul Crew Dragon yang dirancang telah beberapa kali menjalani uji coba sebelum siap menjalani misi sebenarnya.

Interior kapsul sangat modern dibanding kapsul tua milik NASA dan Roscosmos. Awalnya kapsul ini memiliki mesin propulsi sendiri sehingga bisa mendarat seperti booster Falcon 9. Namun rencana itu berubah, diganti dengan parasut konvensional atas berbagai alasan. Rencananya misi berawak oleh SpaceX akan berlangsung pada Agustus mendatang.

Manusia kembali ke Bulan setelah hampir 50 tahun

SpaceX Dragon V2 Moon
Ilustrasi wahana Crew Dragon di orbit Bulan (credit: Kevin Gill)

Ambisi besar SpaceX di akhir 2018 tidak lain adalah membuat sejarah baru dengan kembali mengirim wahana berawak ke Bulan. Perusahaan telah mengkonfirmasi dua turis yang akan menikmati wisata angkasa ke objek langit terdekat itu. Keduanya membayar sejumlah uang yang kemungkinan sangat besar mengingat statusnya sebagai miliarder. Namun soal nama, SpaceX tidak mau membukanya ke publik.

Misi ini tidak mendarat, melainkan mengorbit pada jalur Circum Lunar. Durasi tour berlangsung selama 1 minggu. Penumpang tidak perlu melakukan apa-apa sebab semuanya berjalan secara otomatis. Perjalanan akan menggunakan Falcon Heavy, itulah sebabnya peluncuran perdana roket sangat krusial.


Itulah sejumlah ambisi SpaceX dalam rangka mewujudkan transportasi antariksa yang terjangkau banyak orang. Mana yang paling kamu tunggu peluncurannya?