Solar Parker Probe

NASA akhirnya meluncurkan Solar Parker Probe pada 12 Agustus kemarin menggunakan wahana antariksa Delta IV Heavy. Misi kali ini terbilang unik, sebab wahana tersebut dengan gagah berani akan mendekat ke Matahari dengan jarak yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Karena sangat dekat, Solar Parker Probe dibekali Thermal Protection System (TPS) untuk menahan panas luar biasa dari bintang terdekat itu. Material karbon ringan setebal 11 cm mampu meredam panas ribuan derajat celcius sehingga tidak merusak instrumen saintifik dan alat komunikasi.

Selain itu, berikut 5 fakta menarik misi ‘mencium’ Matahari oleh NASA.

Panas di satu sisi, dingin di sisi lain

Di salah satu sisi Solar Parker Probe menggunakan bahan carbon foam yang dirancang menahan panas hingga 1.370° celcius. Sementara instrumen penting di baliknya agar terlindung dari terpaan panas Matahari.

Meski panas di salah satu sisi, namun di sisi lain suhunya hanya sekitar 30° celcius. Tidak membahayakan peralatan seperti sensor dan alat komunikasi dengan Bumi.

Akan menjadi wahana terdekat dengan Matahari

Di titik terdekatnya, Solar Parker Probe akan mendekati Matahari dengan jarak sekitar 6 juta kilometer. Rekor sebelumnya dipegang oleh Helios B pada 1974 yang saat itu mengitari Matahari dengan jarak 43 juta kilometer.

Mengadopsi nama ilmuwan yang masih hidup

NASA kerap menggunakan nama ilmuwan terdahulu sebagai nama wahana penelitiannya. Sayang, kebanyakan dari mereka sudah meninggal sebelum misi dimulai. Contohnya, Edwin Hubble, Galileo Galilei, dan Christian Huygens.

Namun ilmuwan Eugene Parker cukup beruntung bisa menyaksikan namanya diabadikan dalam salah satu wahana antariksa paling bersejarah. Ilmuwan pionir yang meneliti angin Matahari ini juga sempat menyaksikan peluncuran secara langsung.

Punya misi untuk melindungi Bumi dari badai Matahari

Badai Matahari dapat mengganggu jaringan komunikasi satelit hingga instalasi energi listrik. Sayangnya kita tidak memiliki data yang mumpuni untuk memprediksi kapan fenomena itu terjadi.

Dengan dikirimnya Solar Parker Probe, ilmuwan bisa membaca perilaku Matahari dan datanya bisa digunakan untuk melindungi Bumi dari hembusan partikel panas dari Matahari.

Pecahkan rekor objek buatan manusia tercepat

Pada kecepatan tertingginya, Solar Parker Probe akan mengitari Matahari dengan kisaran 700.000-800.000 km/jam. Rekor ini nantinya akan mematahkan pencapaian wahana Juno dengan raihan 265.000 km/jam.

Wahana buatan NASA tersebut memanfaatkan gravitasi Matahari sehingga tidak diperlukan bahan bakar dalam jumlah besar.

Berikut video peluncuran Parker Solar Probe: