Falcon 9 TESS
Falcon 9 akhirnya mengudara setelah dua hari ditunda akibat masalah teknis

SpaceX akhirnya meluncurkan Transit Exoplanet Survey Satellite (TESS) pada Rabu pukul 10.00 waktu setempat di stasiun peluncuran Cape Canaveral, Florida. Peluncuran ini merupakan misi ke-7 yang sukses dilakukan tahun ini.

NASA yang menjadi pemegang tiket Falcon 9 tersebut mempercayakan SpaceX untuk mengirim wahana saintifik TESS dalam rangka mencari planet terluar dari tata surya. Lantas apa yang membuat penerbangan kali ini sangat menarik?

Berikut ini 5 fakta istimewa dari peluncuran Falcon 9 dalam misi TESS.

Roket Falcon 9 Block 4 terakhir yang dibuat SpaceX

Falcon 9 TESS

Falcon 9 Block 4 merupakan iterasi terakhir dari Falcon 9 sebelum nantinya digantikan oleh Falcon 9 Block 5. Versi roket ini nantinya bisa digunakan hingga 100 kali. SpaceX menyebutnya sebagai rapid reusability karena roket siap digunakan setelah pemeriksaan ulang selama 48 jam.

Kamu bisa melihat tubuh roket dalam misi TESS ini masih bersih dari noda gosong yang biasanya terlihat di lapisan bawah. Falcon 9 Block 4 masih bisa digunakan 1 hingga 2 peluncuran lagi.

Kembali lakukan atraksi pendaratan roket

Falcon 9 TESS

Tahun lalu SpaceX berhasil menerbangkan belasan roket dan mendarat kembali dengan selamat. Namun, mulai awal 2018 roket yang seharusnya mendarat justru sengaja ditenggelamkan ke laut karena masalah penyimpanan dan memang sudah waktunya untuk dipensiunkan.

Namun mengingat roket ini masih baru, SpaceX masih bisa menggunakannya untuk misi lain. Falcon 9 berhasil mendarat di atas platform mengambang bernama Of Course I Still Love You di Samudera Atlantik.

Membawa satelit NASA untuk temukan planet mirip Bumi

NASA TESS

Misi TESS bertugas untuk mencari planet di luar tata surya dengan sensitivitas instrumen yang lebih tinggi. Satelit ini merupakan kelanjutan dari teleskop Kepler yang berhasil menemukan 3.700 planet terluar selama 20 tahun masa tugasnya.

TESS telah diatur untuk fokus mencari eksistensi planet di lebih dari 200.000 bintang terdekat dari tata surya kita dan di antaranya punya kondisi yang layak ditinggali manusia, seperti Bumi.

Butuh waktu 2 bulan untuk sampai ke orbit

TESS Orbit

Tidak seperti muatan SpaceX yang umumnya sudah melepaskan diri dari upper stage setelah beberapa jam, TESS berada di orbit yang cukup jauh dari Bumi. Satelit akan ditempatkan di sudut eliptikal antara Bumi dan Bulan.

Untuk mencapai titik tersebut, astronom perlu menunggu momen yang tepat untuk kembali menyemburkan roket dan mengarahkan wahana di jalur tertentu. Proses ini memakan waktu hingga 60 hari sebelum TESS bisa memulai observasi.

SpaceX dapat kepercayaan lebih tinggi

SpaceX

NASA adalah salah satu pelanggan SpaceX khususnya dalam misi resupply ke ISS. Tetapi untuk instrumen saintifik dengan prioritas tinggi, NASA lebih memilih Ariane Launch atau ULA yang harganya cukup mahal. Harga TESS sendiri adalah $337 juta sedangkan biaya peluncuran dengan kedua perusahaan tersebut bisa mencapai $400 juta.

Sementara itu SpaceX Falcon 9 hanya mematok $60 juta. Dengan demikian NASA bisa berhemat lebih banyak. Di sisi lain, SpaceX juga telah membuktikan bahwa roket yang mereka buat punya keandalan tinggi untuk mengirim wahana penting.

[interaction id=”5ad8b2172270cfe0a8235854″]

Berikut video peluncuran Falcon 9 dalam misi TESS: