Beranda Environment Mengubah Limbah Nuklir Menjadi Baterai Nuklir dengan Berlian, Mungkinkah?

Mengubah Limbah Nuklir Menjadi Baterai Nuklir dengan Berlian, Mungkinkah?

Salah satu hal tersulit dalam menangani limbah nuklir adalah membedakan limbah yang berbahaya dan limbah yang memiliki manfaat.

Sebetulnya pemusnahan limbah secara menyeluruh sangat dimungkinkan. Tetapi beberapa isotop limbah nuklir dapat dimanfaatkan oleh industri dan menjadi bahan bakar ulang.

limbah_nuklir
Limbah nuklir bisa dimusnahkan, tetapi akan lebih baik jika disimpan untuk keamanan dan digunakan industri pada masa yang akan datang.

Akan tetapi penelitian pada universitas di Bristol menemukan cara mengubah ribuan ton limbah nuklir menjadi baterai permata yang dapat menghasilkan listrik dengan kekuatan paling lama sepanjang sejarah.

permata
Permata biasa tidak dapat menyimpan listrik, tetapi permata buatan ilmuwan bristol dapat menyimpan listrik untuk jangka waktu yang lama

Berdasarkan penelitian di bidang energi, baterai permata buatan manusia ini akan menghasilkan arus listrik apabila terkena radiasi. Penelitian ini memungkinkan terciptanya baterai yang tidak memerlukan maintenance.

baterai_konvensional
Bateria konvensional mungkin akan tergantikan oleh baterai permata berenergi nuklir

Tim tersebut telah membuat prototype dari baterai permata yang berbahan dasar isotope nikel-63 sebagai bahan bakar radioaktif, dan kini mereka mengjinya dengan carbon 14.

Karena carbon-14 memiliki ketahanan yang kuat, para ilmuwan memperkirakan baterai permata ini akan bertahan selama lebih dari 5.730 tahun.

Tom Scott, seorang profesor di bidang Material menyatakan bahwa hasil penelitian baterai tersebut akan berguna saat kondisi melakukan pengisian ulang atau mengganti baterai konvensional tidak dimungkinkan.

Sumber: